Abidin Fikri Tinjau Kerajinan Kayu Di Desa Batokan

Suara Bojonegoro     Jumat, November 11, 2016    

Reporter : Nella Rachma


suarabojonegoro.com - Industri meubel dan kerajinan adalah salah satu potensi ekspor Indonesia karena sekitar 80 persen bahan bakunya dari dalam negeri. Karakternya pun padat karya sehingga menjawab kebutuhan lapangan kerja di Indonesia. Saat ini, industri meubel dan kerajinan menyerap sekitar 2,1 juta tenaga kerja.

Melihat potensi yang demikian besar, Anggota Komisi IX DPR RI Abidin Fikri meninjau kelangsungan pembuatan produk kerajinan meubel di desa Bathokan, Kasiman, Bojonegoro, Kamis (10/11/2016).

Kepada seluruh anggota kelompok meubel dan kerajinan tersebut, politisi PDI Perjuangan itu menyampaikan pentingnya ketersediaan bahan baku untuk menunjang keberlangsungan industri tersebut.

"Bahan bakunya harus tetap ada, agar roda perekonomian tetap bergerak," ujar Abidin.

Selain ketersediaan bahan baku, Abidin juga menekankan pentingnya memperluas jaringan pasar untuk meningkatkan pendapatan.

"Juga pemasaran harus ditingkatkan, strategi pemasarannya harus bagus, harus ada sentra dan kelak akan bisa dipasarkan ke berbagai daerah," katanya.

Agenda tinjauan dari Anggota DPR Komisi IX ini adalah dalam rangka pengawasan dari program Tenaga Kerja Mandiri dari Kementerian Tenaga Kerja, agar progam tersebut tepat sasaran dan berkesinambungan.

Sementara itu, pasar meubel dan kerajinan dunia seperti dirilis kementerian perdagangan mencapai 140 miliar dolar AS. Pasar terbesar adalah AS dan Eropa. Tiongkok adalah eksportir terbesar dengan nilai ekspor mencapai 50 miliar dollar AS pada 2014. Ekspor Vietnam mencapai 7 miliar dollar AS, sementara Indonesia baru sekitar 2,8 miliar dollar AS. (Ney/Lis)

© 2014 Suara Bojonegoro. Designed by Suara Bojonegoro. .