Akhirnya PEPC Adakan Sosialisasi Pembatalan Pembebasan Lahan

Suara Bojonegoro     Rabu, November 02, 2016    

Rabu, 02 November 2016
Reporter : Iwan Zuhdi

suarabojonegoro.com - Adanya keputusan dari Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) atas pembatalan pengadan lahan di Desa Kaliombo Kecamatan Purwosari dan Desa Kalisumber Kecamatan Tambakrejo Kabupaten Bojonegoro akhirnya pihak Pertamina EP Cepu selaku operator proyek Jambaran-Tiung Biru (J-TB) gelar sosialisasi pembatalan pengadaan lahan di balidesa masing-masing. Rabu (2/11/16).

Sosialisasi pembatalan lahan tersebut diawali di Desa Kaliombo tepatnya di Balaidesa Kaliombo Kecamatan Purwosari, yang dihadiri jajaran perwakilan warga Kaliombo, Pemerintah Desa (Pemdes) Kaliombo, Musyawarah pimpinan kecamatan (Muspika) Purwosari, Camat Purwosari, Kapolsek Purwosari, Danramil Purwosari, pihak operator proyek yakni PEPC, serta perwakilan dari Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas).

Pada lembar absen, ada 24 warga Kaliombo yang menghadiri acara sosialisasi tersebut. Sebelumnya lahan milik 24 warga tersebut bakal dibebaskan untuk kepentingan proyek pengembangan lapangan gas unitisasi Jambaran-Tiung Biru (J-TB).

Plt Camat Purwosari, Mochamad Chosim dalam sambutanya mengatakan, apapun yang disampaikan nanti oleh SKK Migas harapanya bisa diterima semua warga.

"Pait getir keputusanya nanti harapanya akan mengurangi persoalan yang akan datang dikemudian hari. Tentu warga harus diberi informasi secara detail, sesuai kebijakan SKK Migas," katanya.

Ia juga menambahi, apa-apa yang disampikan oleh SKK Migas dapat dipahami, mengerti, dilaksanakan. "Yang sangat penting adalah komunikasi, meski saling bertanya-tanya, hari ini monggo ditanyakan se detail mungkin," imbuh Camat.

"Informasi ini menjadi sangat penting, agar tidak ada dusta, fitnah, dan raba-raba. Kita hindari raba-raba. Mudah-mudahan menghasilkan suatau kejelasan," pungkasnya.

Selanjutnya, Perwakilan SKK Migas, Jaya Prawira mengatakan, pengadaan tanah yang sudah diawali dari tahun 2014 itu dengan berbagai kajian teknis harus dibatalkan. Ia menegaskan, secara teknis pengadaan tanah harus disetujui oleh pemerintah dalam hal ini SKK Migas.

"Karena menilai bahwa harga minyak dan gas turun maka kita harus melakukan revisi kegiatan," kata Jaya dihadapan para warga.

Pihaknya juga minta mohon maaf dan terimakasih kepada waraga Kaliombo yang selama ini menerima PEPC dengan baik. "Meskipun ada pembatalan pengadaan lahan, kedepanya kita akan lebih sering ke Kaliombo," imbuhnya.(Wan/Red).

© 2014 Suara Bojonegoro. Designed by Suara Bojonegoro. .