Aneh... Pemilik PR 369 Merasa Tidak Pailit, Tapi Diputuskan Pailit

Suara Bojonegoro     Senin, November 14, 2016    

Reporter : Sasmito Anggoro


suarabojonegoro.com - Dengan dilaporkan pailit oleh salah satu kreditur dan muncul surat keputusan pailit oleh Pengadilan Tata Niaga, dan Pengambilalihan Aset Pailit Perusahaan Rokok oleh Kurator dianggap sepihak dan tidak sesuai prosedur yang sebenarnya oleh pemilik Perusahaan Rokok 369, Goenadi mengaku merasa sangat dirugikan dengan adanya putusan pailit oleh Pengadilan Tata Niaga Surabaya.

Dikatakan Oleh Goenadi, secara akal tidak logika bahwa piutang yang menjadi beban dirinya hanya senilai Rp.1,6 Miliar dan menjadikan keputusan P Tata Niaga Surabaya menjatuhkan vonis pailit melalui keputusannya Nomor : 12Pdt.Sus-Pailit/2016/ON.Niaga Sby jo No. 12/PKPU/2016PN.Niaga.Sby hari senin 24 Oktober 2016.

"Sungguh tidak masuk akal juga ketika saya pada tanggal 21 Oktober saya sudah membayar biaya cukai sesuai aturan jatuh tempo, lalu kenapa masih di putuskan pailit, kalau pailit ini persoalan Cukai" Kata Goenadi, Senin (14/11/16) saat bertemu suarabojonegoro.com.

Sementara masih kata Goenadi, soal piutangnya kepada kreditur penyuplai Saos Rokok dari PT Surya Central Dearoma yang beralamat di Surabaya, senilai Rp.1,6 Miliar selaku pemohon/pelapor Pailit terhadap Perusahaan Rokok 369 bersama Hermanto yang juga pemilik PT Surya Central Dearoma sebelumnya sudah ada pembicaraan terkait piutang tersebut sejak awal bulan Maret 2016.

"Saya sudah mengajak komunikasi dengan pihak Kreditur untuk melakukan pembayaran hutang saya dengan berbagai cara seperti mengembalikan barang dari kreditur yang belum terpakai, serta mengganti dengan barang barang milik perusahaan," Lanjut Goenadi.

Namun penawaran Goenadi seperti yang dia sampaikan, tersebut ditolak oleh pihak Penyuplai Saos, dan juga Hermanto kemudian dilaporkan ke PN Tata Niaga, dan pihaknya dipailitkan karena hutang kepada Pihak PT Surya Central Dearoma sebesar Rp 1,6 Miliar.

Goeandi juga menceritakan bahwa dirinya tidak pernah tahu saat perjalanan sidang di Pengadilan, karena saat sidang selalu sebentar sehingga ketika dirinya datang ke Persidangan, sidang selalu sudah selesai, dan menurut Goenadi seolah dikondisikan.

Sementara itu, yang tidak habis fikir oleh Goenadi ada banyak kreditur dengan hutang yang diberikan lebih besar diatas Rp20 Miliar akan tetapi tidak pernah mempermasalahkan dengan alasan Pabrik masih sehat apalagi ketika diajak oleh kurator untuk Laporan Pailit, seperti yang diceritakan Goenadi kepada suarabojonegoro.com.

"Makanya saya heran, Hutang saya kepada PT Surya Central Dearoma atau Hermanto hanya sekitar Rp.1,6 Miliar tapi kenapa saya di pailitkan?," Kata Goenadi sembari bertanya.

Disampaikan bahwa PR 369 oleh Goenadi, sebelum ada pengambil alihan aset, bahwa sampai saat ini pihak perusahaan Rokok yang dimilikinya masih berjalan lancar dan tidak pernah ada masalah, dan karyawan juga bekerja seperti biasanya, namun tiba tiba ada putusan pailit dari Pengadilan, hal itu membuat kekecewaan Goenadi dan para karyawan PR 369.

"Kita tidak pailit kog dipailitkan, dan apakah saya dikatakan pailit apakah sudah ada uji verifikasi," Tambah Goenadi.

Sementara itu Goenadi berharap persoalan putusan Pengadila Tata Niaga masih bisa dikaji ulang lebih dalam kasasi dan berharap Hakim akan lebih jeli dan berimbang serta bisa memberikan keputusan dengan adil dan sesuai kebenarannya yang ada di lapangan.

sebelumnya diberitakan bahwa,Perusahaan Rokok 369 CV.369 Tobacco di jalan Raya Baureno No.369 Desa Tawang Kecamatan Baureno Kabupaten Bojonegoro dilakukan Pengambilalihan Aset dari CV.369 Tobacco, milik Goenadi, dan Leny Hendrawati kepada Kurator CV 369 oleh Kurator. pada Rabu 2 November lalu.

Sebelum dilakukan pengambilalihan, Muhamad Arifudin, S.H sebagai Kurator yang telah ditunjuk oleh Majelis Hakim membacakan putusan dan memberikan arahan kepada pegawai perusahaan rokok 369 yang masih bekerja. Mereka dijelaskan bahwa setelah pengambilalihan Aset Oleh Kurator maka selanjutnya penguasaan yang ada di pabrik rokok sepenuhnya dalam kekuasaan Pihak Kurator.

"Pengambil Alihan Aset ini berdasarkan pada putusan Majelis Hakim pengadilan Niaga  pada Pengadilan Negeri Surabaya yang telah memutuskan pailit terhadap CV.369 Tobacco, Goenadi dan Leny Hendrawati berdasarkan putusan Nomor : 12Pdt.Sus-Pailit/2016/ON.Niaga Sby jo No. 12/PKPU/2016PN.Niaga.Sby hari senin 24 Oktober 2016," Ucap Muhamad Arifudin.

Untuk pengambilalihan Aset Pailit Perusahaan Rokok 369 oleh Kurator CV 369 di Kecamatan Baureno ada dua lokasi, pertama di Perusahaan Rokok 369 di jalan Raya Baureno No.369 Desa Tawang  Kecamatan Baureno, yang kedua di Desa Blongsong, ketiga di Desa Prayungan dan yang keempat di Desa Sumuragung kecamatan Sumberrejo (Ang*)



© 2014 Suara Bojonegoro. Designed by Suara Bojonegoro. .