Asyik Karaoke Di Rel Bengkong Seorang Guru PNS Terjaring Satpol PP

Suara Bojonegoro     Kamis, November 10, 2016    

Reporter : Lina Nur Hidayah


suarabojonegoro.com - Patroli rutin yang digelar oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP) Pemerintah Kabupaten Bojonegoro mendapati seorang Guru yang berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS) disalah satu SMA Negeri Di dalam Kota Bojonegoro yang sedang asyik berkaraoke ria dengan dua orang Purel (Pemandu Lagu) serta minum minuman berlakohol, saat jam pelajaran sekolah. Rabu (9/11/16) pagi.

Menurut Ahmad Gunawan Selaku Kasat Pol PP Bojonegoro, oknum guru PNS ini terjaring saat sedang karaoke dan ditemanindua orang gadis pemandu lagu, dan akhirnya dilakukan pendataan dan harus ke kantor Satpol PP beserta dua pemandu lagu yang bukan warga Bojonegoro.

“Patroli Rutin ini kami sebenarnya bukan konsen di tempat karaoke namun kebetulan kami mendapatkan seorang guru PNS laki-laki yang karaoke dijam mengajar, “Kata Gunawan kepada Suarabojonegoro.com.

Selain pelaku yang kepergok oleh satpol PP harus menandatangani pernyataan agar tidak mengulangi lagi, dan juga pendataan, Pihak Satpol Juga memanggil Kepala Sekolah SMA Negeri tempat pria ini bekerja.

Dalam keterangannya, Kepala SMA Negeri tempat oknum guru ini, mengatakan bahwa memang oknum Guru tersebut sedang of dan tidak sedang mengajar karena ada try out disekolah.

"Ada kegiatan try out, dan memang guru tersebut tidak mengajar dan of, kalau tidak percaya silahkan datang ke sekolahan," Kata Kepala Sekolah Tersebut.

Kepala Sekolah juga menyerahkan kepada Satpol PP untuk tindak lanjut dari adanya oknum gurunya yang terpergok saat sedang karaoeke ini.

Sementara itu diberitakan sebelumnya hasil menyeluruh patroli hari ini telah terjaring 6 pasangan mesum yang sedang bermesraan dengan pasangan yang bukan suami istri.

“6 pasangan tersebut terjaring dari dua hotel di dalam kota Bojonegoro, “ Tambahnya.

Pasangan yang tertangkap dan oknum PNS tersebut dikumpulkan ke kantor Sat Pol -PP untuk dimintai identitas dan pembinaan sementara seorang guru tersebut diserahkan ke pihak kepala sekolah untuk ditindaklanjuti.

“Karena baru satu kali ketangkap kami hanya meminta identitas dan memberikan pembinaan,” Jelas Kasat Pol PP.

Namun, apabila terbukti 2 kali ketangkap akan diberikan sanksi pidana ringan sesuai PERDA 15 tahun 2015 tentang praktikum di Bojonegoro dengan denda maksimum 50 juta rupiah “. (Lin/Red)

© 2014 Suara Bojonegoro. Designed by Suara Bojonegoro. .