Banjir Bojonegoro Meluas, Warga Panen Paksa Tanaman Padi Sebelum Merugi

Suara Bojonegoro     Sabtu, November 26, 2016    

Reporter : Iwan Zuhdi

suarabojonegoro.com - Luapan air bengawan solo yang membanjiri area persawahan milik petani di wilayah Kecamatan Balen membuat para petani melakukan panen lebih awal. Terdapat 5 desa yang sebagian besar umur padinya sekitar 20 sampai 30 hari lagi memasuki massa panen normal. Namun, petani setempat memilih untuk memanenya.

Salah satu petani asal Desa Pilanggede Kecamatan Balen, Amirul Khotib yang mengaku sekitar 20 hari lagi padinya panen secara normal, tetapi ia lebih memilih mengambilnya lebih awal. Sebab, ia takut air air lebih tinggi sehingga mengakibatkan kerugian yang lebih besar.

"Mulai pagi tadi bersama petani sini melakukan panen lebih awal, agar tak rugi banyak," katanya saat ditemui di area persawahan. Sabtu (26/11/2016).

Selanjutnya, Camat Balen Djuwana Poerwiyanto mengatakan, air menggenangi area persawahan di 5 desa di wilayah Kecamatan Balen. Rata-rata umur padi sudah memasukui masa panen.

"Ada 5 Desa yang sawahnya kebanjiran yakni mulai dari Sarirejo, Pilanggede, Kedungdowo, Mulyorejo, dan Sekaran," terang Camat Balen.

Selain itu petani Desa Mojo Kecamatan Kalitidu juga terpaksa harus mamanen tanaman padi mereka yang belum saatnya dipanen agar tidak semakin merugi.

"Kalau dibiarkan bisa semakin rusak dan membusuk jadi harganya akan lebih murah," Terang Budi salah satu warga Desa Mojo.

Data yang dihimpun dari kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro menyebutkan hingga pukul 15.00 WIB Tinggi Muka Air (TMA) menunjukan angka 14,84 pheilscalle. Angka tersebut menunjukan siaga II untuk Bojonegoro.(Wan/Red).

© 2014 Suara Bojonegoro. Designed by Suara Bojonegoro. .