BLH Sebut Ada Kerusakan Mesin Proyek Migas Terkait Dugaan Keracunan di MojodelikMojodelik

Suara Bojonegoro     Rabu, November 02, 2016    

Rabu, 02 November 2016
Reporter : Iwan Zuhdi


suarabojonegoro.com - Kejadian dugaan keracunan gas H2S yang menimpa 8 warga Dusun Dawung Desa Mojodelik Kecamatan Gayam Bojonegoro, pada beberapa waktu kemaren, Badan Lingkungan Hidup (BLH) Bojonegoro berharap kajadian seperti itu tidak terjadi lagi. Kejadian yang diduga bocornya gas H2S yang berasal dari Proyek Minyak dan Gas bumi (Migas) Banyuurip Blok cepu itu patutnya tak terjadi lagi.

Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Bojonegoro, Elsa Deba mengatakan, pihaknya mendesak pihak ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) selaku operator memastikan kejadian keracunan gas H2S tak terjadi lagi.

"Ya harus pasti tidak bocor lagi," cetus perempuan berhijab itu, Selasa (01/11/16).

Pihaknya juga mengatakan, sampai hari ini BLH Bojonegoro hanya sebatas pemantauan dan pembinaan agar kejadian yang sama tak terulang.

"BLH Bojonegoro lebih ke pemantauan dan pembinaan. Karena kasus ini bukan kesengajaan tapi karena mesin yang terganggu," pungkasnya.

Untuk diketahui, 8 warga yang keracunan tersebut meliputi, Warsiti (51), Yamik Karmin (29), Siti Sulaimah (38), Samini (40), Sri Istikomah (60), Sri Minah (45), Ahmad Zigna (1), Sri Listajah (42).

Kedelapan warga tersebut sempat dilarikan ke puskesmas dan rumah salkit terdekat. Mereka mengalami muntah, mual, dan pusing setelah menghirup gas yang diduga H2S.

Namun hingga saat ini belum ada pihak yang menyatakan bahwa dugaan gas yabg mengakibatkan beberapa warga mual dan pusing akibat dugaan keracunan ini berasal dari gas H2S. (Wan/Red).

© 2014 Suara Bojonegoro. Designed by Suara Bojonegoro. .