EMCL & Sampoerna Foundation Serah Terimakan Pusat Belajar Guru Bojonegoro

Suara Bojonegoro     Senin, November 28, 2016    

Reporter : Iwan Zuhdi

suarabojonegoro.com - Kepala Sekolah serta Dewan Pendidikan Kabupaten Bojonegoro mengikuti kegiatan Serah Terima Keberlanjutan Pusat Belajar Guru Bojonegoro di Gedung Pusat Belajar Guru (PBG), Senin (28/11/2016) pagi.

Kegiatan yang dihadiri oleh Bupati Bojonegoro ini, juga dihadiri oleh Vice President Public and Government Affairs EMCL dan Direktur Putra Sampoerna Foundation - School Development Outreach.

Kepala Dinas Pendidikan Bojonegoro, Drs. H. Hanafi, MM dalam sambutanya menyampaikan bahwa Pusat Belajar Guru (PBG) merupakan institusi akademik yang diberikan untuk guru agar meningkatkan kemampuan guru dalam mendidik. Dimana PBG memiliki tujuan untuk membentuk pendidik Bojonegoro yang profesional dan kompeten, serta menjadikan guru yang kreatif dan berkarakter.

"Sehingga diharapkan akan ada perubahan pendidikan yang signifikan. Selain itu, dengan adanya PBG ini tidak ada lagi kesenjangan komunikasi antara guru tingkat TK sampai SMA," kata pria yang pernah menjabat Kepala Bakesbangpol dan linmas Bojonegori tersebut

Keberadaan PBG sendiri adalah kerjasama antara Pemkab Bojonegoro khususnya Dinas Pendidikan, EMCL dan Putra Sampoerna Foundation, dimana PBG memiliki fasilitas ruang seminar dan perpustakaan, serta memiliki 15 pengelola dan 48 guru ahli.

"Pendidikan merupakan pilar penting untuk meningkatkan kualitas SDM. PBG yang sudah berjalan 2 tahun ini merupakan bukti nyata peran guru dalam menciptakan generasi yang produktif, serta upaya guru ahli yang memberi pelatihan kepada guru lainnya yang masih haus pendidikan. Sehingga kualitas pendidikan di Bojonegoro  semakin meningkat. Dengan dilakukannya serah terima hari ini, kami percaya bahwa semakin banyak pihak yang bekerja sama dalam pendidikan, semakin banyak pula peluang untuk menciptakan pemimpin bangsa." Kata Gusman Yahya, Direktor Putra Sampoerna Foundation - School Development Outreach.

"PBG yang lahir 2 tahun lalu, perlu kita tuntun dengan bantuan Putra Sampoerna Foundation sampai bisa berjalan sendiri. Dan pada kesempatan ini kita ingin melepaskan PBG yang sudah berhasil menciptakan prestasi yang sesuai diharapkan. Diharapkan PBG akan terus berlanjut dan semakin sukses. Serta kami akan terus bekerja sama dengan PBG, dan kami percaya para guru ahli bisa menyusun program-program secara mandiri sesuai dengan kebutuhan PBG." Kata Vice President Public and Government Affairs EMCL, Erwin Maryoto.

Bupati Bojonegoro, Suyoto, dalam sambutannya menyampaikan bahwa untuk melampaui batas maksimal perlu adanya rekap, produktifitas dan progress. Selain itu ada pelajaran yang diterima dalam membentuk Pusat Belajar Guru (PBG).

"Pertama niat, dimana niat harus diperluas karena menentukan program berjalan panjang ataukah pendek.

Selanjutnya membuat reputasi secara produktif, serta segala sesuatu harus dibuat secara nyata, jangan sampai berhenti di meja diskusi.

"PBG adalah bagian untuk keberhasilan Bojonegoro di masa yang akan datang," pungkas Bupati yang menjabat dua periode itu. (Wan/Red).

© 2014 Suara Bojonegoro. Designed by Suara Bojonegoro. .