Gusdurian Bojonegoro Gulirkan acara jagonganGusdurian Sebulan Sekali

Suara Bojonegoro     Minggu, November 20, 2016    

Reporter : Iwan Zuhdi

suarabojonegoro.com - Jaringan Gusdurian Bojonegoro selalu berupaya untuk menyeru perdamaian dan mengajak semua kalangan bergandeng tangan. Sebab itu selain aktif menebar informasi positif di media sosial mereka juga menggulirkan pertemuan bulanan. Pertemuan tersebut dikemas dengan tajuk jagonganGusdurian.

Pada forum jG, sapaan akrab jagonganGusdurian, diharap menjadi tempat nyaman untuk berkumpul dan melestarikan 9 nilai perjuangan Presiden ke 4 Republik Indonesia, Abdurrahman Wahid (Gus Dur). Pertemuan jG pertama diadakan di Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Ubaidillah, Desa Sambiroto Kecamatan Kapas.

"Acara jG perdana bertepatan pada hari toleransi sedunia, 16 November lalu. Jaringan Gusdurian se-Nusantara serempak memperingatinya. Hal ini dirasa perlu untuk menebar nilai kerukunan yang sempat terusik oleh isu demonstrasi besar-besaran kalangan tertentu," terang Koordinator jagonganGusdurian, Hery Puji Santoso.

Pihaknya menambahkan pertemuan bulanan jG sebelumnya selalu dikordinasikan dengan berbagai pihak. Terutama dengan Koordinator jaringan Gusdurian di Bojonegoro, Hasan Bisri. Selain itu juga dengan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) serta Komite Pemuda Lintas Agama (KP-Lima). Diharapkan dari komunikasi yang terjalin dapat bergandeng tangan menyeru perdamaian.

Pengurus FKUB, Susan Irawati, datang bersama rombongan di acara jG yang perdana. Bagi dia pertemuan-pertemuan seperti itu diperlukan, apalagi Bojonegoro akan dinobatkan sebagai Kabupaten ramah Hak Asasi Manusia (HAM). Dan pada akhir November nanti akan diadakan Festival HAM.

"Kami persilakan jika satu saat acara jG digelar di tempat kami. Mari rayakan keberagaman. Nikmati indahnya perdamaian. Inilah Indonesia yang sesungguhnya. Mari kita bersama-sama bergandeng tangan menebar kedamaian," tandas perempuan berkulit putih itu antusias.

Perempuan yang termasuk pengurus pembina pemuda Gereja Katolik Santo Paulus itu mengaku sangat mengagumi sosok Gus Dur. Bahkan dirinya juga pernah beberapa kali ziarah ke makamnya di Tebuireng, Jombang. Dia tampak sangat senang dapat hadir di acara jG.

Turut meramaikan jG perdana penampilan musik jungkat/sisir dan lantunan syiir tanpo waton diiringi oleh Hadroh Al-Banjary Santri Mbeling dari Sambiroto. Sebanyak 50-an hadirin memenuhi ruangan yang disediakan. Selain itu hadir pula perwakilan jamaah Maiyah Bojonegoro serta pegiat Gusdurian dari Kabupaten Tuban dan Pare, Kediri.(Wan/Red).

© 2014 Suara Bojonegoro. Designed by Suara Bojonegoro. .