Inilah Dampak Karyawan PR 369 Setelah Diambil Alih Kurator

Suara Bojonegoro     Kamis, November 17, 2016    

Reporter : Sasmito Anggoro


suarabojonegoro.com - Pasca pengambil alihan aset Perusahaan Rokok 369 oleh Kurator, beberapa waktu lalu dan berdampak berhentinya ribuan karyawan PR 369, diwilayah Bojonegoro dan dan membuat para karyawan yang terpaksa harus tidak bekerja ini harus menanggung beban ekonomi yang harus dipenuhinya dalam setiap harinya.

Menurut beberapa karyawan bahwa sampai saat ini pihaknya sudah tidak bisa mendapatkan penghasilan lagi karena sudah tidak bekerja di PR 369, alias menganggur, "sekarang kita sudah tidak punya penghasilan setelah adanya pengambil alihan aset PR 369 oleh Kurator," Kata Eka Yuli salah satu karyawan 369 warga Desa Sumuragung kecamatan Sumberrejo, Bojonegoro, Kamis (17/11/16).

Dikatakan juga sebelum adanya pengambil alihan aset, para karyawan ini mampu memiliki penghasilan dari pekerjaan mereka di PR 369. Meski mereka mendapatkan janji akan mendapatkan gaji dari beberapa pihak, akan tetapi beberapa karyawan masih canggung.

Menurut Eka Selama dia bekerja di PR 369 dirinya selalu mendapatkan hak dia seperti gaji sesuai dengan jadwal dan tidak pernah terlambat.

"Intinya kami ingin bekerja kembali seperti saat 369 berjalan seperti biasanya dengan pimpinan pak Goenadi," tambah Eka.

Sementara itu Sumini salah satu pekerja bagian giling di pabrik rokok 369, juga menyampaikan bahwa sebelum ada pengambi alihan aset mereka menyatakan tidak ada masalah dan bekerja seperti biasanya, "Sekarang sudah tidak buka lagi dan ditutup terus kami harus dapat penghasilan dari mana," Kata Sumini.

Para karyawan ini berharap agar pemilik pabrik rokok 369 Goenadi agar bisa mengoperasikan pabrik lagi demi menopang ekonomi keluarga mereka, saat ini para karyawan yang sudah tidak bekerja ini mulai kelimpungan untuk mendapatkan penghasilan. Dan harus menunggu PR 369 dibuka kembali.

"Kami minta kepada Pak Gun agar membuka pabriknya kembali, karena selama ini kami bisa menghidupi keluarga kami dengan adanya pabrik rokok 369," tambah ibu beranak 3 ini.

Dikonfirmasi secara terpisah, pemilik PR 369 Goenadi menjelaskan bahwa dirinya sangat ingin membuka Pabrik, namun dengan adanya penyegelan dari pihak Kurator karena dianggap pailit, sehingga belum bisa memenuhi harapan para karyawan untuk bekerja lagi.

"Saya masih memperjuangkan dengan kasasi ke Mahkamah Agung dengan adanya putusan yang dijatuhkan oleh hakim akibat dianggapnya saya pailit, padahal saya belum pailit," Kata Goenadi.

Goenadi juga meminta maaf kepada para karyawan sehingga harus tidak bisa masuk kedalam pabrik dan bekerja, karena ditutupnya pabrik oleh kurator.

"Kami mohon maaf kepada saudara saudara saya para karyawan yang harus berhenti bekerja, saya masih berjuang untuk saudara saudara saya para karyawan, semoga masalah ini cepat selesai," Pungkas Goenadi. (Ang*)

© 2014 Suara Bojonegoro. Designed by Suara Bojonegoro. .