Integrasi Kampung KB untuk Bangun Generasi Berkualitas

Suara Bojonegoro     Selasa, November 15, 2016    

Reporter : Nella Rachma

suarabojonegoro.com - Anggota komisi IX DPR RI Abidin Fikri menjelaskan,  program kampung Keluarga Berencana (KB) tidak bisa berdiri sendiri, namun harus diintegrasikan dengan aspek-aspek kehidupan lain seperti kesehatan dan pendidikan.

Hal itu disampaikan Abidin saat peresmian kampung KB di Desa Dander, Kecamatan Dander, Bojonegoro, Jawa Timur, Senin (14/11/2016).

"Memang program ini tidak berdiri sendiri banyak hal yang harus diintegrasikan  yaitu, kesehatan dan pendidikan. Aspek-aspek tersebut adalah bagian yg harus diintegrasikan sebagai bagian dari pencanangan kampung KB demi generasi yang berkualitas," kata Abidin.

Pentingnya pengintegrasian program kampung KB lanjut Abidin, karena Indonesia akan mengalami bonus demografi tahun 2020 hingga 2024. Bonus demografi suatu kondisi dimana 60 % dari total penduduk Indonesia terdiri dari usia 20 hingga 45 tahun atau usia produktif.

"Kalau kita tidak cermat menyikapi bonus demografi justru bisa membawa masalah sosial dan ekonomi. Tantangan bagj pemerintah adalah penyediaan lapangan kerja bagi penduduk usia produktif," kata Abidin.

Melalui pembangunan kampung KB yang terintegrasi diharapkan dapat mengontrol berbagai tindakan yang berpotensi merusak generasi muda.

Politisi PDI Perjuangan itu mengungkapan, saat ini tantangan  internal bangsa Indonesia yang cukup serius ialah narkoba. Apalagi peredaran narkoba sudah masuk ke desa-desa. Ia pun meminta kepada Kepala Desa Dander yang hadir dalam acara tersebut untuk memperhatikan secara serius masalah peredaran narkoba di desa.

"Pencanangan kampung KB akan bisa mengontrol dan mengawasi untuk saling bertukar informasi tentang kesehatan anak, kenakalan anak, pendidikan anak, narkoba, dll," paparnya.

Abidin juga berharap, pencanangan kampung KB menjadi bagian dari syiar kepada masyarakat  untuk membangun generasi berkualitas. Generasi berkualitas ialah generasi yang selalu merencanakan masa depannya, termasuk perencanaan untuk menikah. Usia ideal untuk menikah bagi laki-laki ialah 25 tahun dan 21 tahun bagi perempuan.

"Sehingga tidak sekedar memikirkan  terkait bagaimana beranak-pinak, tapi harus menjadi keluarga berencana yang berkualitas harus disiapkan," pungkasnya. (Ney/Red)

© 2014 Suara Bojonegoro. Designed by Suara Bojonegoro. .