Kedok Dua Sindikat Narkoba Internasional Terbuka

Suara Bojonegoro     Jumat, November 04, 2016    

Reporter : Sasmito Anggoro

suarabojonegoro.com - Kepala   Badan   Reserse   dan   Kriminal   (Bareskrim)   Polri,   Komjen   Pol.   Ari   Dono Sukmanto menyatakan bahwa kedok sindikat narkoba internasional kembali terbuka Wajah   asli di   belakang   topeng   dari   sindikat   itu   adalah melakukan   kamuflase penyelundupan barang haram itu dengan berbagai cara. Mulai dari memasukkan narkoba pada  kompresor pembersih kandang ayam hingga mengemasnya dalam plastik klip lalu dibungkus menggunakan alumunium foil.

"Ini menjadi menarik karena kreativitas pengungkapan narkoba di Indonesia kembali mendapat tantangan. Gaya penyelundupan dan placement-nya yang semakin ke sini juga   tidak   lagi   konvensional,   memacu   kita   semua   untuk lebih   visioner   dalampengungkapan penyelundupan narkoba," ujar  Ari usai menggelar Konfrensi Pers di Direktorat Tindak Pidana Narkotika Mabes Polri, Jakarta, Kamis, (03/11/2016).

Masih   menurut   Ari,   terungkapnya   penyamaran  penyelundupan   narkoba   kali   ini berhasil menyelamatkan ratusan nyawa. Hari   ini,   dua   sindikat   peredaran   narkoba   terbuka   kedoknya.

Sindikat   pertama merupakan   jaringan   China-Hongkong-Bogor-Banten-Jakarta.   Jenis   narkotikanya,shabu   dengan berat kurang  lebih   135 kilogram. Sindikat  kedua,   adalah jaringan Malaysia-Batam-Aceh-Medan.   Jenis   narkotikanya   methaphetamine   dengan   berat kurang   lebih   6,8   kilogram.

Asumsinya,   jika   1   gram   disalahgunakan   oleh   4 penyalahguna,  maka sudah ada kurang lebih  567.200  nyawa manusia Indonesia yang terproteksi dari kubangan penyalahgunaan narkoba. "Untuk itu, pengembangan dari penguakan ini juga terus kami laksanakan," ungkap Ari.

Dari   jaringan   China-Hongkong-Bogor-Banten-Jakarta,   Direktorat   Tindak   Pidana Narkotika Mabes Polri menangkap terduga tersangka anggota sindikat berinisial CCalias A yang  memiliki paspor  asal Tiongkok. Penangkapan dilakukan di  kawasan Kosambi   Timur,  Tangerang.   Barang   bukti   yang   berhasil   disita   mulai   dari   5   unit kompresor pembersih kandang ayam, mobil, telepon genggam, timbangan hingga bungkus plastik klip. Sementara dari jaringan Malaysia-Batam-Aceh-Medan, 4 terduga tersangka mestimenghuni tahanan Direktorat Tindak Pidana Narkotika Mabes Polri.

Penangkapanpara terduga tersangka dari jaringan yang beroperasi dengan menggunakan speed
boat  ini, dilakukan di Batam dan Aceh.   Barang bukti yang disita mulai dari buku rekening dari   berbagai  bank, alat  pres, timbangan   digital,  telepon genggam,  duaruko, speed boat hingga mobil. Selain Undang-undang Narkotika, seluruh terduga tersangka akan dikenakan jugapasal dari Undang-undang Tindak Pidana Pencucian Uang l.

Masih masifnya serangan sindikat narkotika ke Indonesia, tambah Ari, menandakanbahwa penyalahgunaan narkotika mesti terua ditekan prevalensinya. "Hal   ini   mengungkapkan   kepada   kita   semua   bahwa   demand   terhadap   narkotikamasih besar dan langkah menekan supply narkotika mesti terus diupayakan lebih keras   lagi.   Masyarakat   juga   tolong   untuk   terus   melindungi   keluarga   sambilmengawasi lingkungan dan kinerja kami," tutup Ari. (Ang/Lis)

© 2014 Suara Bojonegoro. Designed by Suara Bojonegoro. .