Kerugian Banjir Kemarin Capai Rp.6.3 Miliar

Suara Bojonegoro     Selasa, November 29, 2016    

Reporter : Sasmito

suarabojonegoro.com - Kerugian banjir Bojonegoro yang berasal dari luapan Sungai Begawan Solo, Bojonegoro dari data penghitungan oleh Pemkab Bojonegoro mencapai sebesar Rp.6.3 Miliar. Selasa (29/11/16).

Dari data sebelumnya tercatat sekitar Rp 4,2 miliar dan kemudian dilakukan penghitungan kembali dan bertambah menjadi Rp6,3 miliar. Taksiran kerugian itu dihitung setelah air merendam 1.924 hektare tanaman padi yang tersebar di 11 kecamatan.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bojonegoro, menyebutkan, 11 kecamatan tersebut diantarnya Bojonegoro, Kalitidu, Kapas, Padangan, Trucuk, Dander, Malo, Balen, Sumberejo, Baureno dan Kanor.

Setidaknya untuk sawah yang tergenang ada 95 hektar terbagi Kecamatan Bojonegoro 93 hektar di Semanding, Kalirejo dan Mulyoagung, serta 2 hektar sawah di Desa Sumuragung Kecamatn Sumberejo.

Sedangkan untuk tanaman padi yang terendam selurunya ada 1.924 hektar tersebar merata, tapi paling banyak terjadi di Kecamatan Balen 8 desa, Kecamatan Baureno 15 desa, Malo 7 desa dan Kanor ada 5 desa.

Termasuk lahan polowijo, pekarangan dan lahan persawah itu terendam banjir. Begitupula dengan jalan desa yang terendam sepanjang 12.240 meter. "Sehingga kerugian sementara yang sudah masuk Rp 6.333.000.000," kata Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kabupaten Bojonegoro Andi Sudjarwo.

Kerugian masih akan terus bertambah seperti beberapa daerah masih mendata kerugian akibat banjir tersebut, seperti yang disampaikan Andik, Sehingga para warga juga harus mewaspadai fluktuasi naik turun hujan. (Ang/Lis)

© 2014 Suara Bojonegoro. Designed by Suara Bojonegoro. .