Ketua Pendirian AKN Bojonegoro Tanggapi Hasil Kungker DPRD Bojonegoro di Jakarta

Suara Bojonegoro     Jumat, November 18, 2016    

Reporter : Iwan Zuhdi

suarabojonegoro.com - Hasil kunjungan kerja (Kungker) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bojonegoro beberapa waktu lalu di kantor Kementrian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) di Jakarta atas rencana pendirian Akademi Komunitas Negeri (AKN) Bojonegoro ditanggapi oleh ketua pendirian AKN Bojonegoro Yudi Pramono. Ia menganggap hasil kungker yang disampaikan Anam Warsito selaku Wakil Ketua Komisi A DPRD Kabupaten Bojonegoro hanya terjadi kesalah pahaman informasi saja.

"Sudah saya sampaikan tadi ke Mas Anam kok. Komisi A juga sama tim pendiri AKN dan Polinema. Mungkin miss saja, yang benar saat ini baru 4 AKN yangg mandiri dari 90 Akademi Komunitas yang ada di Indonesia. Termasuk Bojonegoro juga belum karena persyaratan memang kurang yaitu penyerahan hibah tanah dan bangunan kepada Dikti," kata Yudi sapaan akrabnya yang juga Kepala Sekolah SMKN 1 Bojonegoro itu.

Ia mengaku, selama ini persyaratan secara administratif semua sudah dilengkapi. "Kalau tanah dan bangunan sudah dihibahkan insya Allah langsung mandiri," ucapnya.

"Kita patut bangga karena sampai saat ini rintisan AKN di Bojonegoro menjadi percontohan Nasional dari segala sisi. Baik jumlah mahasiswa yang paling banyak, sharing bea siswa, sharing tanah maupun bangunan," katanya.

Pihaknya selama ini komitmen supaya Bojonegoro memiliki Perguruan Tinggi Negeri.

"Ya mari bersama-sama kita bantu hal yang dianggap masih kurang dalam persyaratan untuk segera kita penuhi," ujarnya.

Ditambahi olehnya, dalam hal ini Pemerintah Kabupaten Bojonegoro dan DPRD Bojonegoro untuk segera mewujudkannya.

"Kami dari tim pendiri hanya bisa menyiapkan persyaratan dan administratif sedang urusan sharing sarpras tentunya itu urusan jajaran pemkab dan DPRD Bojonegoro," imbuhnya.

Diterangkan olehnya, Akademi Komunitas itu adalah pendidikan tinggi Vokasi setingkat DII lahir setelah UU Pendidikan Tinggi yang baru yaitu UU No.12/2012.

"Pendirian AKN di Indonesia sudah sesuai dengan aturan yang dikeluarkan oleh Dikti dan kita melangkah juga atas intruksi Dikti, jadi kalau masih ada yang meragukan dipersilahkan langsung konfirmasi ke Dikti saja, karena semua mengikuti arahan dari Dikti dan yang membiayai juga Dikti sendiri melalui APBN yang sementara DIPA nya masih dititipkan ke Poltek Negeri Malang selaku pembinanya sampai mandiri," terangnya.

Sebelumnya, Wakil ketua Komisi A DPRD Kabupaten Bojonegoro, Anam Warsito sepulang kungker menerangkan hasil kungker di kantor kemenristekdikti di Jakarta, bahwa rintisan AKN Bojonegoro tidak masuk daftar 4 rintisan AKN yang akan segera mandiri dan diterbitkan Surat Kepeutusan. (Wan/Red).

© 2014 Suara Bojonegoro. Designed by Suara Bojonegoro. .