Kurator Temukan Rokok 369 Tanpa Cukai, Lalu Disegel Bea Cukai

Suara Bojonegoro     Kamis, November 24, 2016    

Reporter : Lina Nur Hidayah


suarabojonegoro.com - Penyegelan terhadap sejumlah 150 ribu pack Rokok yang berada didalam Pabrik Rokok 369 oleh Pihak Bea dan Cukai Bojonegoro pada Rabu (23/11/16) kemarin yang berawal dari temuan Kurator PR 369 yang diangkat oleh Pengadilan Tata Niaga Surabaya. Kurator yang mengetahui adanya banyak Rokok yang tidak terdapat pita cukainya, lalu melaporkan ke pihak kantor Bea dan Cukai Bojonegoro, seperti yang disampaikan salah satu Petugas kurator Muhammad Arifudin melalui Telepon Wathsappnya.

Arif mengakui bahwa pihaknya mengajak Bea dan cukai Bojonegoro karena menemukan ratusan ribu Pack Rokok yang tak bercukai, "untuk masalah tersebut kita mengajak bea dan cukai," Katanya, Kamis (24/11/16).

Masih menurut Arif awalnya pihak Kurator berharap bisa menjual 150 ribu pack rokok tersebut, dan akhirnya di segel oleh pihak Bea Cukai karena Rokok ditemukan tidak ada pita cukainya dan dalam keadaan Rusak serta tak bisa diselamatkan.

Temuan Kurator ini langsung mendapatkan respon setelah di laporkan ke pihak kantor Pelayanan dan Pengawasan Bea dan Cukai Bojonegoro dengan mengambil langkah, dan sebanyak 150 ribu Pack rokok tersebut langsung disegel oleh pihak bea dan cukai.

Penyegalan dari hasil laporan Kurator ini dilakukan didalam dua pabrik Rokok 369 di Desa Sumuragung Kecamatan Sumberrejo, karena Aset PR 369 sudah dalam penyitaan Kurator.

Pihak Kurator melalui Herlin Susanto, selaku staf Kurator juga menyampaikan kepada wartawan Media Lokal Bojonegoro bahwa rokok sebanyak 150 Ribu pack temuan Kurator dan disegel oleh Bea dan Cukai karena tidak bisa dilelang, serta belum ada pita cukai, dan rokok tanpa dilengkapi pita cukai ini disampaikan telah menimbulkan kerugian Negara.

"Dari penghitungan Kerugian Negara akibat tanpa pita cukai mencapai 1.6 Miliar Rupiah," Katanya.

Dan pihak Kurator juga meminta agar rokok temuan didalam gudang di Desa Sumuragung ini dimusnahkan oleh Pihak Bea dan Cukai.

Sementara itu pihak Bea dan Cukai melalui Imam Taufik ketika dikonfirmasi wartawan melalui telepon selular terkait persoalan penyitaan tidak memberikan jawaban. (Lin/Ang)

Foto : Ilustrasi

© 2014 Suara Bojonegoro. Designed by Suara Bojonegoro. .