Lahan Sawah Terdampak Banjir, Petani Bojonegoro Pilih Panen Dini

Suara Bojonegoro     Rabu, November 30, 2016    

Reporter : Iwan Zuhdi

suarabojonegoro.com - Petani padi di Kecamatan Trucuk, Kabupaten Bojonegoro terpaksa melakukan panen dini atau lebih awal dari waktunya pada musim panen tiba, akibat tanaman padinya rusak setelah banjir melanda selama tiga hari kemarin.

"Takut ada banjir susulan. Sengaja panen sebelum waktunya, meskipun hasilnya tidak memuaskan," kata sunarto salah seorang petani di Kecamatan Trucuk, Selasa (29/11/2016)

Areal lahan pertanian padi yang dimiliki sunarto kurang dari satu hektare sebagian besar mengalami kerusakan terendam banjir meyisakan lumpur bahkan merobohkan batang padi akibat arus air bengawan solo.

Sebagian areal pertanian padi yang dinilai masih bisa dipanen, menurut sunarto, panen paksa merupakan solusi agar petani tidak mengalami kerugian lebih besar.

"Banjir yang telah merusak padi saya ini kerugiannya besar sekali, dari pada nanti banjir lagi, lebih baik dipanen sekarang saja," katanya yang mengaku waktu panen tiba tinggal satu pekan kedepan.

Petani lain di Desa guyangan Kecamatan Trucuk, heri mengatakan, hasil tanaman padi yang baru dipanen paksa mengalami kualitas padi jelek dan akan mempengaruhi harga jual lebih murah.

"Meskipun panen sekarang rugi, tapi lebih baik dipanen, daripada nanti padi membusuk, kerugiannya lebih besar lagi," katanya. (Wan/Red).

© 2014 Suara Bojonegoro. Designed by Suara Bojonegoro. .