Masih Demam Akik Meski Tak Musim Akik

Suara Bojonegoro     Senin, November 07, 2016    

Reporter : Lina Nur Hidayah

suarabojonegoro.com - Meskipun demam akik sudah terjadi sejak tahun 2015 lalu,  namun koleksi akik masih banyak diminati masyarakat Bojonegoro,  pasalnya memiliki daya tarik sendiri dibalik jenisnya bahkan menyimpan mitos  disetiap batu akik tersebut.

Keberadaan akik ini semakin bervariasi seiring berjalannya waktu,  seperti jenis blue safir, king safir,  merah delima hingga batuan lokal. Jenis tersebut memiliki kualitas berbeda-beda dan berasal dari berbagai daerah. Salah satu Pencinta akik di Bojonegoro adalah Suyanto atau akrab dengan sapaan Yanto Munyuk yang sehari-hari bertugas sebagai Kasi Diklat Kepemudaan dan Seni Sekolah Dinas Pendidikan Bojonegoro. Menurut Yanto Munyuk  dengan menggunakan akik , Ia berasa dekat dengan alam dan memberikan energi tersendiri disetiap jenis akik yang Ia gunakan.  Senin, (07/11/16)

“Dengan memakai akik saya berasa lebih dekat dengan alam dan lebih PD,  karena sejak SMP kelas 1 saya sudah tertarik dan mengkoleksi akik, “Kata Yanto Munyuk

Suyanto menambahkan bahwa akik menyimpan sugesti bagi pemakainya sehingga banyak yang masih minat meskipun bukan musim akik.

“Boomingnya Akik itu berbeda dengan boomingnya baju ataupun bunga karena akik makin langka makin bernilai dan  mahal beda dengan barang  lainnya, “ tambahnya.


Sementara,  Suyanto memiliki koleksi akik sebanyak 125 akik dan 15 kalung liontin.Yang terdiri dari jenis batuan tapas warna coklat,  blue safir,  king safir,  merah delima,  jala sutra, bulu macan dan batuan lokal yang berasal dari berbagai daerah ada dari Papua,  Bali, Aceh, Pacitan, Bojonegoro. Namun,  yang paling Ia sukai adalah akik Gondang karena kualitasnya berbeda.

“Koleksi akik saya banyak tapi yang paling saya sukai akik dari Gondang karena motifnya dan warna batuannya asli corak alam,  ada yang berwarna coklat dan hijau alam “Pungkasnya. (Lin/Red)

© 2014 Suara Bojonegoro. Designed by Suara Bojonegoro. .