Memperkuat Solidaritas Kebangsaan Melalui Pemahaman Pancasila 1 Juni

Suara Bojonegoro     Sabtu, November 19, 2016    

Reporter : Nella Rachma

suarabojonegoro.com - Perasaan senasib dan seperjuangan serta persamaan perangai sebagai suatu bangsa merupakan dasar terbentuknya nasionalisme Indonesia yang mempertegas arah persatuan dan kesatuan rakyat Indonesia untuk meraih kemerdekaan.

Nasionalisme atau kebangsaan merupakan prinsip dari lima prinsip dalam Pancasila yang ditawarkan oleh Bung Karno saat sidang BPUPKI untuk merumuskan dasar negara Indonesia merdeka pada tanggal 1 Juni 1945.

Demikian diungkapkan oleh Anggota MPR RI Abidin Fikri saat sosialisasi empat pilar MPR sekaligus pelantikan Pengurus Ranting PDI Perjuangan  se- Kecamatan Rengel, di Desa Kanorejo, Kabpuaten Tuban, Sabtu (19/11/2016)

"Pancasila atau lima prinsip yang ditawarkan Bung Karno  ialah kebangsaan, kemanusiaan (internasionalisme), mufakat atau demokrasi, keadilan sosial dan ketuhanan yang berkebudayaan," katanya.

Ia menerangkan, perasaan senasib dan seperjuangan rakyat Indonesia, yakni sebagai rakyat terjajah dan perjuangan yang sama untuk meraih kemerdekaan Indonesia, telah menjadi pondasi untuk membangun kesadaran kebangsaan yang kokoh.

Untuk konteks saat ini, kesadaran kebangsaan yang dilandasi oleh persamaan nasib semacam itu,  harus terus dipupuk dan diperkuat guna membangun persatuan nasional dan cita-cita nasional yang kuat.

"Kita harus memperkuat solidaritas kebangsaan, untuk mewujudkan persatuan dan cita-cita nasional yang kuat," ungkapnya.

Politisi PDI Perjuangan itu menerangkan, cita-cita nasional Indonesia sudah termaktub jelas dalam dasar negara Indonesia  yakni Pancasila dan pembukaan UUD 1945.

Kaitannya dengan perjuangan mewujudkan  cita-cita nasional itu, Abidin menegaskan, ideologi PDI Perjuangan adalah sebangun dan selaras dengan ideologi negara yankni Pancasila 1 Juni.  Berjuang melalui PDI Perjuangan adalah sama dengan memperjuangkan kepentingan dan cita-cita bangsa.

"Partai adalah alat perjuangan untuk memperjuangkan nasib kaum marhaen atau wong cilik,  Partai adalah alat untuk memperjuangkan  cita-cita kemerdekaan Indonesia  itu, yakni mewujudkan keadilan sosial, dsb," tegasnya. (Ney/adv)

© 2014 Suara Bojonegoro. Designed by Suara Bojonegoro. .