Pemkab Bojonegoro Pangkas Kegiatan Yang Tidak Pro Rakyat

Suara Bojonegoro     Sabtu, November 05, 2016    

Reporter : Iwan Zuhdi

suarabojonegoro.com - Beberapa pekan ini sebenarnya seluruh SKPD dipemerintah Kabupaten Bojonegoro tengah dipusingkan dengan menurunnya sisi pendapatan. Sehingga pada akhirnya harus melakukan penyesuaian-penyesuaian anggaran. Mulai menginventarissir mana program atau proyek yang harus diprioritaskan atau justru mana yang ditundah bahkan mana yang harus masuk daftar terhutang.

Bupati Bojonegoro, Kang Yoto memimpin langsung rapat penyusunan draft KUA PPAS,salah satu agenda yang dibahas adalah efisiensi APBD tahun 2017 karena  adanya penurunan sisi penerimaan mencapai 1 trilyun lebih.  "Pembiayaan harus diprioritaskan untuk program dan kegiatan yang secara nyata berdampak pada rakyat yakni bermanfaat," Kata Bupati Suyoto.

Beberapa kegiatan yang harus dikurangi adalah Acara –cara bersifat seremonial dan Bimbingan teknis bagi PNS  juga dalam bentuk honor. Menurut Bupati tidak adalagi  honor-honor panitia , honor pengawas maupun honor panitia  lelang.

"Tak hanya itu Bojonegoro sudah tak mengenal istilah study banding namun study tiru," Tegas Bupati, Kamis, (3/11) lalu.

Anggaran yang tidak berdampak langsung pada pertumbuhan ekonomi atau mempercepat pertumbuhan ekonomi masyarakat akan masuk dalam daftar yang dipangkas.  Bupati menegaskan bahwa APBD 2017 ini adalah APBD yang benar-benar sehat dan berorientasi pada rakyat bukan sekedar untuk kedalam atau pemerintah semata.

"Pokoknya penganggaran kita ini difokuskan pada pertumbuhan ekonomi atau sektor yang mendukung pertumbuhan ekonomi kerakyatan maupun sektor ekonomi kreatif. Bisa dibilang tahun Anggaran 2017 ini para PNS harus diet ekstra agar APBD kita sehat," Terangnya.

Bupati mengingatkan para pimpinan SKPD harus mencermati betul dokumen KUA PPAS dengan RPJMD sebagaimana rekomendasi inspketorat, serta memperhatikan catatan gubernur pada APBD murni dan P APBD. Bupati mengingatkan kembali tentang jerat kemiskinan yang melanda Bojonegoro, agar tidak terjebak dalam kemiskinan ini ada beberapa prioritas yang akan dilakukan oleh Pemkab antara lain kesehatan menjadi prioritas utama demikian pula dengan pendidikan apakah itu bea siswa maupun pelatihan vokasional.

Kita akan memperbanyak pelatihan vokasional untuk warga Bojonegoro, sehingga mereka memiliki keunggulan untuk bersaing sekaligus memiliki kemampuan untuk mencari peluang kerja. Untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi pemkab telah membuka peluang investasi seluas luasnya bahkan diserta dengan insentif, utamanya ada sektor yang padat modal dan padat karya.

Menurunkan angka kemiskinan di Bojonegoro akan diupayakan melalui perbaikan sanitasi baik ODF maupun kegiatan plesterisasi rumah bagi warga miskin. (Wan/Lis)

© 2014 Suara Bojonegoro. Designed by Suara Bojonegoro. .