Petani Kanor Adakan Tindak Lanjut Temu Lapang Atas Kegiatan Kursus Pertanian

Suara Bojonegoro     Rabu, November 16, 2016    

Reporter : Iwan Zuhdi

suarabojonegoro.com - Puluhan petani daerah Kecamatan Kanor pagi tadi, Rabu (16/11/16) adakan kegiatan temu lapang atas tindak lanjut dari kegiatan pelatihan pertanian yang telah dilaksanakan beberapa waktu yang lalu. Temu lapang yang dilakukan disalah satu lahan milik warga Desa Sumberwangi Kecamatan Kanor Kabupaten Bojonegoro tersebut untuk melakukan beberapa prakter materi pertanian, seperti aplikasi pemupukan berimbang, serta pengukuran PH tanah.

Kegiatan yag merupakan peningkatan kapasitas petani tersebut dengan tujuan swasembada Padi, Jagung, Kedelai (Pajale), khususnya pencapaian padi pada tahun 2017 mendatang, dengan mendongkrak provitas padi 10 ton per hektar.

"Ada tantangan yang sangat berat seperti serangan hama penyakit, bencana alam, banjir, kekeringan termasuk juga kesuburan tanah secara umum di Indonesia semakin menurun karena terlalu banyak aplikasi pupuk kimia yang tidak bijaksana," kata PPL setempat Ishak Riyanto.

Ia melajutkan, memang petani saat ini tidak bisa meninggalkan pupuk kimia, tapi seharusnya dibarengi penggunaan pupuk organik atau pupuk hayati agar tanah bisa subur kembali.

"Agar provitas tinggi petani harus memperhatikan tentang PH tanah. Ada 3 hal yang harus diketahui tentang PH tanah, yakni PH harus 6 sampai 7 agar unsur hara mudah di serap tanaman, kemudian jika PH rendah atau asam unsur hara sulit di serap tanaman, bahkan unsur hara mikro Fe, Mg, Cu bisa meracuni tanaman. Dan PH 5,5 sampai 7 jamur, bakteri pengurai dapat berkembang biak dengan baik," imbuhnya.

Salah satu petani setempat Sukoyo mengatakan, saat ini ia mulai menerapkan pupuk organik di sawahnya, ia rasa sudah cukup sesuai rekom tehknis yaitu 1 ton per hektar.

"Sawah saya musim kemaren baru saja saya tanami cabai besar dan selalu menggunakan pupuk organik yang maksimal," ucapnya.

Selanjutnya, Kepala UPTD Pertanian Kecamatan Kanor Jumadi dalam sambutanya mengatakan, bila ingin hasil panen tinggi harus menggunakan pupuk berimbang antara NPK dan unsur makro dan mikro lainya termasuk penggunaan pupuk organik yang cukup.

"Kalau awal musim bisa meminta PPL nya untuk mengukurkan PH tanah dengan soil meter. Kemudian harus diimbangi dengan praktek aplikasi pemupukan berimbang sesuai dosis spesifik lokasi sawah," pungkasnya.(Wan/Red).

© 2014 Suara Bojonegoro. Designed by Suara Bojonegoro. .