‘SEDENGAN’ Inovasi Produk Baru Bidang Kesehatan

Suara Bojonegoro     Selasa, November 08, 2016    

Reporter : Lina Nur Hidayah

suarabojonegoro.com - Kreatifitas menjadi sesuatu yang sangat penting untuk meluncurkan inovasi baru.Seperti inovasi di bidang kesehatan yakni Alat Pengukur Panjang Bayi dengan desain baru yang tentunya lebih simpel dan mudah digunakan , pengukur panjang bayi ini merupakan karya dari Suparman warga Desa Kedewan,  Kecamatan Kedewan Bojonegoro yang merupakan salah satu Pegawai Kesehatan Puskesmas Kedewan. Suparman berinisiatif membuat pengukur panjang bayi ini sejak 5 tahun lalu yang dibuat untuk keperluan kelengkapan istrinya seorang Bidan  yang akan di Validasi Bidan Prakyek Mandiri ( BPM ) guna pengurusan Surat Ijin Kerja Bidan ( SIKB ). Karena karyanya menarik akhirnya banyak petugas kesehatan yang  memesan. Sehingga pengukur panjang bayi tersebut membooming dikalangan para Bidan  Bojonegoro hingga sekarang. Selasa, 08/11/16

“Pengukur Panjang Bayi ini diberi nama ‘SEDENGAN' yang berarti SEDErhana kreatifnya taNGAN. Jadi alat ini benar-benar ringan,  tidak membutuhkan tempat luas dan tidak ribet karena tidak perlu buka tutup, “Kata Suparman yg dikantornya menjabat sebagai Pengurus Barang aset dan sekarang punya jabatan baru sebagai Pembuat Barang kepada Suarabojonegoro. com

Sedengan ini terbuat dari Box Kontainer plastik dengan panjang 40 cm,  lebar 25 cm dan tinggi 15 cm,  didalamnya terdapat pengukur panjang segitiga,  siku besi dan dirangkai dengan 25 baut dan sekrup. Kemudian di beri alas dari triplek ketebalan 1 cm dilapisi dengan perlak bayi.

“Melalui Pengukur Panjang Bayi ini tinggi badan bayi bisa dilihat dari indikator angka yang ada pada pengukur segitiga,  selain itu bisa  digunakan sebagai tempat tidur bayi apabila perlu dirujuk ke rumah sakit, “ tambahnya.

Karya Suparman dibidang kesehatan ini mulai dikenal oleh para Bidan Bojonegoro sejak bulan Agustus 2016 lalu ketika dipamerkan saat ada Baksos IBI didaerahnya dan telah memproduksi sebanyak 50 unit pengukur panjang bayi dan telah terjual laris manis pada para Bidan Delima.

“Sejak bulan Agustus lalu mulai banyak pesanan, umumnya Bidan Delima hampir diwilayah Bojonegoro yang pesan, harga per item nya 250 ribu rupiah, “ jelas Suparman. (Lin/Red)

© 2014 Suara Bojonegoro. Designed by Suara Bojonegoro. .