Saturday, December 24, 2016

Abidin Fikri Ajak Pengurus PDIP Tuban Pelajari Pikiran Bung Karno dan Bela Kaum Marhaen

    Saturday, December 24, 2016   No comments

Reporter : Nella Rachma


Tuban, Suarabojonegoro.com - Dihadapan ratusan kader PDI Perjuangan, anggota Komisi IX Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Abidin Fikri menegaskan, arti penting partai politik sebagai alat perjuangan untuk membela kaum marhaen.

Kaum marhaen menurut Abidin ialah  mereka yang tertindas, kelompok marjinal, kaum buruh, petani dan nelayan.

Menurutnya, partai politik harus hadir untuk memperjuangkan aspirasi dan hak-hak kaum marhaen yang kerapkali tersampingkan. Oleh karenanya, selain pemantapan pemahaman terhadap ideologi dan nilan-nilai perjuangan partai, soliditas antar pengurus partai menjadi syarat multak.

Hal tersebut disampaikan Abidin saat pelantikan dan pembekalan  Pengurus Ranting PDI Perjuangan se-Kecamatan Senori, Tuban, Sabtu (24/12/2016).

"Oleh karena itu, struktural partai harus solid untuk memperjuangkan aspirasi rakyat pada institusi politik baik di daerah maupun di pusat," kata politisi PDI Perjuangan tersebut.

Menurut Abidin, secara ideologis PDI Perjuangan telah menegaskan untuk kembali ke jalan ideologi dan menjadi alat perjuangan kaum marhaen sebagaimana keputusan kongres partai. Secara historis, sikap keberpihakan pada kaum marhaen dapat ditelusuri sejak Bung Karno mendirikan Partai Nasional Indonesia (PNI) tahun 1927.

Lebih jauh ia menjelaskan, PDI Perjuangan adalah kelanjutan dari partai yang didirikan oleh Bung Karno yakni Partai Nasional Indonesia (PNI) yang kemudian terjadi fusi partai di era Orde Baru menjadi PDI dan saat terjadi pergolakan tahun 1998 menjadi  PDI Perjuangan.

"Sebagai partai yang membawa spirit ajaran Bung Karno, sudah seharusnya kader PDI Perjuangan di Tuban untuk mempelajari secara serius pemikiran dan tindakan Bung Karno dalam memperjuangkan aspirasi rakyat," tegasnya.

Abidin menambahkan, pemikiran Bung Karno tentang Ketuhanan Yang Berkebudayaan dalam pidato Pancasila 1 Juni 1945 sangat penting untuk dipahami kembali. Pasalnya, maraknya gerakan radikalisme agama dan pengaruh pergolakan di timur tengah merupakan ancaman serius bagi semangat nasionalisme dan keberagaman Indonesia.

Menurutnya, Bung Karno dalam pidato tersebut menghendaki wajah Indonesia yang saling menghormati antar agama. "Prinsip ketuhanan Bung Karno dalam Pancasila 1 Juni 1945 ialah Ketuhanan yang Berkebudayaan yakni tidak adanya egoisme-agama, ketuhanan yang berbudi pekerti luhur dan menjalankan agama dengan cara yang berkeadaban yaitu sikap hormat-menghormati satu sama lain," pungkasnya.

Dalam acara tersebut,  tampak hadir jajaran pengurus struktural dan fungsionaris partai  dari DPD PDI Perjuangan Jatim, Ketua DPC PDI Perjuangan Tuban, Andik Hartanto serta anggota fraksi PDI Perjuangan DPRD Tuban. (Ney/Red)

No comments:
Write comments