Thursday, December 22, 2016

Anggaran Penanganan Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak Bakal Ditambah

    Thursday, December 22, 2016  

Reporter : Iwan Zuhdi

suarabojonegoro.com -  Meningkatnya angka kekerasan terhadap perempuan dan anak di Bojonegoro membuat semua pihak harus meningkatkan peranya untuk mengatasi permasalahan itu. Pasalnya, dari tahun ke tahun kasus tersebut meningkat.

Berdasarkan data dari Pusat Perlindungan Perempuan dan Anak (P3A) Kabupaten Bojonegoro kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak terhitung meningkat, pada tahun 2014 mencapai 47 kasus. Kemudian, pada tahun 2015 menjadi 53 kasus. Dan melonjak per Oktober 2016 mencapai 54 kasus.

Anggota Komisi C, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bojonegoro, Sally Atyasasmi yang didampingi Anggota yang lain, Imroatul Khoiriah saat menerima puluhan pengunjuk rasa dari Aliansi Perempuan Bojonegoro (APB) mengatakan, pihaknya mengucapkan banyak terima kasih atas kepedulian dari Masyarakat yang masih peduli terhadap perempuan dan anak, karena perempuan dan anak merupakan tanggung jawab kita semua. Dari seorang Ibu akan lahir anak yang cerdas demi generasi penerus bangsa.

Aksi turun jalan yang dilakukan dalam rangka memperingati hari ibu tersebut, diikuti oleh puluhan gabungan aktivis perempuan dari KOPRI (Korps Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia) dan KPI (Koalisi Perempuan Indonesia).

Diwakili Koordinator Aksi, Linda Estianti, satu persatu dari 6 tuntutan dibacakan untuk didiskusikan bersama. 6 tuntutan tersebut dinilai perlu ditindaklanjuti dengan tegas oleh Legislatif, dalam hal ini komisi C DPRD Bojonegoro yang juga membidangi bidak perempuan.

Saat berdiskusi dengan puluhan aktivis perempuan Bojonegoro, Anggota Komisi C Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bojonegoro, Sally Atyasasmi mengatakan, kasus kekerasan pada perempuan dan anak sering di hubungkan dengan moralitas, karena pendidikan yang rendah sangat mempengaruhi dan kualitas para pendidik.

"Kami akan mengusulkan anggaran APBD untuk ditambah terhadap penanganan kasus perempuan dan anak di Kabupaten Bojonegoro," kata Sally, saat menemui puluhan aktivis Perempuan di kantornya, Kamis (22/12/2016).

Diwaktu yang sama, ia juga menambahkan, saat ini P3A Bojonegoro juga perlu bekerja keras, tentunya dengan merancang program yang lebih masif.

"P3A perlu ada rencana kegiatan kedepan dan membuat program demi mencegah kekerasan perempuan dan anak," imbuhnya berdiskusi.

Untuk diketahui, dalam aksi tersebut ada 6 tuntutan yang disampaikan, yakni segera sahkan Rancangan Undang-undang (RUU) Penghapusan Kekerasan Seksual (PKS), tindak tegas dan hukum berat pelaku kekerasan terhadap perempuan dan anak, optimalkan peran P3A, segera realisasikan Perda Perlindungan perempuan dan anak di Kabupaten Bojonegoro, wujudkan anggaran APBD ramah perempuan dan anak, Pemerintah harus melibatkan elemwn masyarakat untuk menangani kasus jekerasan di Kabupaten Bojonegoro.(Wan/Red).

No comments:
Write comments