Inilah Dampak Banjir di Kecamatan Baureno

Suara Bojonegoro     Jumat, Desember 02, 2016    

Reporter : Lina Nur Hidayah

suarabojinegoro.com - Dampak banjir akibat luapan bengawan solo yang menerjang kawasan Bojonegoro berdampak pada kehidupan masyarakat salah satunya warga di Kecamatan Baureno Bojonegoro yang harus menerima kenyataan pahit bahwa wilayah mereka terendam air.

Hasil pantauan suarabojonegoro.com berdasarkan data dari Komando Rayon Militer (Koramil 06) Baureno yang disampaikan oleh Kapten Inf. Kusnadi Komandan Rayon Militer (Danramil 0813-06) daerah yang terdampak sebagai berikut  :
Desa Pucangarum dengan rincian 1 sawah 120 hektar tanaman padi umur 30 sampai dengan 50 hari mati. 105 rumah warga terendam air,  1 sekolah tergenang air.

“Untuk Tempat Ibadah di desa Pucangarum aman dan bebas dari banjir, “Jelas Danramil Baureno.
Dampak banjir juga terjadi di desa Kedungrejo 150 hektar tanaman padi berumur 15 sampai 45 hari rusak,  83 rumah terendam air, 1 sekolah tergenang air, jalan desa tergenang air dengan ketinggian 25 sampai 40 cm.

Desa Lebak sari dengan rincian sebagai berikut 95 hektar tanaman padi umur 30-50 hari terendam air dengan ketinggian 1 meter,  330 rumah warga tergenang air,  2 bangunan sekolah terendam air serta meredam jalan poros 2000 meter  genangan air sebesar 70 hingga 100 cm.

Desa Tanggungan dengan rincian 70 hektar tanaman padi umur 50 sampai 65 hari rusak,  525 rumah warga terendam,  2 sekolah terendam,  1 masjid dan 9 mushola terendam air,  dan jalan poros desa tergenang 1250 meter dengan tinggi air 50 sampai 100 cm.

Desa Kalisari 100 hektar padi umur 50 sampai 80 hari mati,  300 rumah terendam, 1 sekolah di dukuh Pencol tergenang,  Jalan poros desa tergenang 60-80 cm sehingga warga memakai perahu untuk aktivitas.

“Selain itu,  Banjir juga menggenangi Desa Karangdayu,  desa Kauman, desa Pomahan,  desa Bumiayu, desa Tulungagung, Trojalu,  Gunung sari,  Sembung lor dan Pasinan.” Tambah Kapten Inf. Kusnadi.

Sementara, para personil dari Koramil Baureno serta Bintara Pembina Desa (Babinsa)  telah berusaha untuk mengantisipasi daerah tersebut dengan cara perbaikan tanggul serta menghimbau kepada warga agar mengungsi ketempat aman. (Lin/Red)

© 2014 Suara Bojonegoro. Designed by Suara Bojonegoro. .