Saturday, January 14, 2017

Bahas Raperda Perlindungan Perempuan dan Anak, Komisi C Panggil P3A dan Dinas PPKB

    Saturday, January 14, 2017   No comments

Reporter : Iwan Zuhdi

suarabojonegoro.com -  Angka kejadian kekerasan di Bojonegoro terus meningkat, terutama pada anak. Sebagaimana diketahui, diawal tahun 2017 ini kembali terjadi kasus kekerasan seksual dengan korban anak dibawah umur. Hal tersebut membuat keprihatinan dari berbagai pihak untuk mengupayakan menekan angka kekerasan terhadap perempuan dan anak.

Seperti yang dilakukan oleh Komisi C DPRD Kabupaten Bojonegoro, hari ini, Jum'at (13/1/2017) pagi, mengundang Pusat Perlindungan Perempuan dan Anak (P3A) Kabupaten Bojonegoro dan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Bojonegoro, dalam rapat kerja membahas terkait permasalahan penanggulangan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak.

Dalam rapat kerja tersebut agenda yang dibahas antara lain program kerja, pos Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) dan persiapan perumusan raperda perlindungan perempuan dan anak yang akan dibahas tahun ini.

"Anggaran APBD yang dialokasikan untuk perlindungan anak memang sangat minim baik di BPPKB maupun yang dilaksanakan oleh P3A hal ini juga menjadi kendala dengan resource yang minim. Maka diperlukan upaya ekstra agar jangkaungan program tetap dapat diakses oleh masyarakat luas," Kata Sally Atyasasmi, Politisi Perempuan muda asal Partau Gerindra itu usai rapat bersama di Ruang Komisi C DPRD setempat.

Untuk tahun 2017, DPPKB dan PPPA Kabupaten Bojonegoro mengalokasikan sekitar 77 juta rupiah untuk PIK Remaja ( pusat konseling dan informasi remaja). dimana anggaran tersebut dinilai belum sebanding dengan jumlah anak yang ada di Bojonegoro.

"Tentunya tidak dapat mengcover mengingat jumlah anak di Bojonegoro sebanyak 23% dari jumlah Penduduk," ujarnya.

Diketahui, saat ini draf raperda Perlindungan Perempuan dan Anak Kabupaten Bojonegoro masih pada tahapan kajian Gubernur Jawa Timur. Pihaknya (Komisi c) berharap, komintmen untuk mengurangi kekerasan terhadap perempuan dan anak tentunya  memerlukan kerjasama bersama, agar upaya perlindungan perempuan dan anak menjadi agenda prioritas di Kabupaten yang dinilai kaya akan sumber daya alamnya ini. (Wan/Red)

No comments:
Write comments