Saturday, January 21, 2017

Banjir di Tuban Selatan, Akibat Kali Kening Meluap

    Saturday, January 21, 2017   No comments

Reporter : Sasmito Anggoro

suarabojonegoro.com -  Hujan lebat pada Jumat (20/1) sore selama 3 jam lebih telah mengakibatkan bencana banjir.

Catatan BANGSAONLINE.com sedikitnya ada 2 kecamatan di Kabupaten Tuban dilanda banjir akibat intensitas curah hujan yang tinggi. Dua kecamatan yang dilanda banjir yakni, Kecamatan Bangilan dan Parengan.

Pantauan di lapangan, di Kecamatan Parengan sejumlah pemukiman sepanjang bantaran sungai kening terendam air sekitar 80 centimeter menerpa Desa Brangkal dan  Desa Margorejo. Akibatnya, sejumlah sarana dan prasarana (sapras) seperti UPT Puskesmas tergenang air. Sedangkam, dari kedua desa itu terparah berada di dusun Njeruk, Desa Brangkal, Kecamatan Parengan. Di lokasi itu terlihat genangkan air yang masuk ke pemukiman warga.

Peran (32), salah satu rumah warga yang tergenang air, mengatakan, banjir datang disebabkan adanya guyuran hujan yang terjadi kemarin sore, ditambah air kiriman dari hulu Kali kening. Sehingga, air masuk ke pemukiman warga dan akses jalan desa.

"Tiga jam lamanya guyuran hujan turun. Lalu, dinihari air mulai masuk rumah warga," Paparnya.

Terpisah,  Camat Parengan, Joko Purnomo  mengimbau, kepada masyarakat disekitar bantaran kali kening, khususnya di wilayah Parengan agar selalu tetap waspada. Paslanya, situasi dan kondisi cuaca saat ini curah hujan tinggi. Sehingga, dalam beraktivitas agar berhati-hati khususnya yang bertempat tinggal di sepanjang bantaran kali kening.

"Kami minta masyarakat waspda dengan cuaca saat ini, karena sering terjadi hujan deras,"ujarnya.

Sementara itu, di Kecamatan Bangilan banjir telah menggenangi ruas jalan lintas provinsi Jawa Timur -Jawa Tengah. Tepatnya di di Desa Sidodadi, dan Desa Kedungjambangan, Kecamatan Bangilan.

Warga setempat, Mustaqim mengatakan, banjir yang menggenangi jalan raya dan sawah akibat saluran parit, drainase tidak mampu menampung debit air kiriman dari atas kawasan hutan. Akibatnya, air meluber ke sejumlah jalan raya yang tergenang air 20 centimeter selama 5 jam.

"Banyak jalan yang tergenang air, karena airnya berasal dari atas perbukitan,"pungkasnya. (ang) 

No comments:
Write comments