Saturday, January 21, 2017

Kang Kuswiyanto Kunjungi Komunitas Kelompok Tani Organik

    Saturday, January 21, 2017   No comments

Reporter : Nella Rachma

suarabojonegoro.com -  Dari Terminal Rajekwesi Kota Bojonegoro sekitar 100 meter kearah timur kita akan temui sentra pertanian organik Kawasan Sayur Ngampel (KSN). Kawasan dengan luas sekitar 8 hektar ini dikelola oleh Komunitas Petani Organik Bojonegoro.

Berbagai sayuran organik ditanam  disana, mulai dari Lombok berbagai jenis, Brokoli, Terong berbagai jenis, Mentimun, Kacang berbagai jenis bahkan Bawang Merah dan Okra.

Pada masa awal tanam beberapa bulan lalu Kuswiyanto yang Anggota DPR RI Dapil Bojonegoro - Tuban ini juga berkunjung dan menyempatkan menanam sayur bersama Kelompok Tani Organik KSN ini. Setelah memasuki masa petik sayur nampaknya sahabat dekat Kang Yoto (Bupati Bojonegoro.red) ini ingin langsung menikmati segarnya sayur organik.

"Wah, eman kalo saya gak kesini, tmTimunnya renyah dan enak, melihat Terong Ungu yang panjang dan banyak buah dalam tangkainya, senang sekali saya. Ini bukti bahwa bertani organik di Bojonegoro sebenarnya sudah sangat bisa dinikmati hasilnya," ujar pegiat pertanian organik ini.

Memasuki masa petik sayur, KSN juga nenerima pembeli petik langsung di lokasi dengan penjualan dihitung perbiji. "Sudah mulai banyak dikenal masyarakat sepertinya, jadi ada saja yang datang untuk membeli sayur organik kami," terang Mbah Dul.

Pak Oni Petani yang lain dan juga pemrakarsa KSN mengatakan Sementara pemasaran sangat mudah menjualnya, karena permintaan sayur organik kini semakin tinggi.

Dalam kesempatan kunjungannya, Kuswiyanto berharap pertanian organik dapat ditularkan pada masyarakat Bojonegoro secara massive.

Karena ini diantara cita-cita pemerintah hari ini untuk terus mewujudkan ketahanan dan kedaulatan pangan. Dengan mulai membangun kesadaran akan bertani maju, modern dan terintegrasi. Dengan model organik ini tentu kesejahteraan petani akan segera terwujud.

Karena terlalu banyak manfaat yang didapat, dengan ternak yang dimiliki tentu akan dapat digunakan sebagai pupuk dan pemberantasan hama bahkan sumber energi semisal bio-gas, hasil bertaninnya tentu melimpah dan masa panen lebih sering dan harga tentu relatif tinggi. Jika semua dilakukan terintegrasi tentu cita-cita untuk mewujudkan Bojonegoro khususnya sebagai Lumbung Pangan dan Energi Negeri  akan segera terealisasi. (ney/lis)

No comments:
Write comments