Tuesday, January 17, 2017

Maraknya Korban Kejahatan Anak, Pemkab Terkendala Anggaran

    Tuesday, January 17, 2017   No comments

Reporter : Bima Rahmat

suarabojonegoro.com -  Di awal tahun 2017 Bojonegoro mendapat kado yang meprihatinkan, pasalnya di awal tahun ini terdapat 2 aduan dan 3 korban pemerkosaan gadis di bawah umur, hal ini mendapatkan sorotan khusus anggota Komosi C DPRD Bojonegoro,  Sally Atyasasmi sekaligus Aktifis Perempuan dan Anak di Bojonegoro. Selasa (17/01/17).

Menurutnya, beberapa hari yang lalu anggota komisi C DPRD Kabupaten Bojonegoro telah mengundang Pusat Perlindungan Perempuan dan Anak (PPPA) Bojonegoro dan BPPKB salah satunya adalah untuk membahas kekerasan seksual terhadap anak yang kembali terjadi di awal tahun.

"Kemarin kami telah mengundang PPPA dan BPPKB terkait kasus pemerkosaan yang terjadi di awal tahun 2017, sekaligus untuk mengkaji kinerjanya," katanya saat di temui suarabojonegoro.com di gedung DPRD
Bojonegoro.

Sally menjelaskan,  minimnya alokasi APBD yang dialokasikan untuk perlindungan anak juga menjadi hambatan dalam upaya meminimalisir kekerasan terhadap anak. Misalnya program pendidikan sebaya, yaitu dengan melatih kader-kader sebaya dengan informasi dan konseling remaja agar mereka dapat menyebarkan informasi tersebut kepada teman sebayanya

Wanita yang hobi trail ini juga menambahkan, pendekatan itu cukup strategis, khususnya remaja untuk meningkatkan pengetahuan dan kepedulian dikalangan remaja, namun saat ini dengan alokasi anggaran kurang lebih 77 juta dalam satu tahun tentunya sulit untuk terjangkau.

"Dengan anggaran 77 juta pertahun tentunya ini sangat sulit di jalankan, sebab, jumlah pendidik sebaya yang
sudah dilatih tidak signifikan dengan jumlah anak yang ada di Kabupaten Bojonegoro yaitu sekitar 23% dari jumlah total penduduk," tambahnya.

 Sehingga dalam upaya perlindungan anak ini sangat penting keterlibatan dari berbagai Elemen Masyarakat lainnya agar turut serta berpartisipasi, misalnya lembaga swadaya masyarakat, lembaga bantuan hukum dan akademisi, dan untuk melakukan hal itu PPPA harus menjadi Leading sektor dan mengkoordinir berbagai elemen masyarakat tersebut. (bim/ney)

No comments:
Write comments