Thursday, January 19, 2017

Praktek Pembalakan Liar Menjadi Faktor Utama Lahan Kritis di Bojonegoro

    Thursday, January 19, 2017   No comments

Reporter : Iwan Zuhdi

suarabojonegoro.com -  Kepala Bidang Konservasi dan Pengendalian Lingkungan, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bojonegoro, Mardiantoro mengatakan, faktor utama terjadinya lahan kritis yang terjadi di Bojonegoro adalah adanya praktek pembalakan liar (ilegal loging) yang gencar dilakukan pada tahun 2003 lalu.

Menurutnya, penebangan liar tersebut menjadi faktor utama adanya lahan kritis. Hal tersebut merupakan kesalahan rezim.

"Kalau peduli dengan anak cucu pasti menangis," ujarnya.

Lebih jauh ia menerangkan, ada 3 macam kriteria lahan kritis yang ada di Bojonegoro, dan dari ketiga macam tersebut terjadi di Kabupaten yang kaya akan Sumber Daya Alam (Migas) ini.

"Ada 3 kriteria lahan kritis, yakni potensi kritis, kritis, sangat kritis," jelasnya.

Kriteria tanah kritis menurutnya masih bisa ditanggulangi dengan penanganan menutup lahan dengan rumput dan reboisasi. Selanjutnya, kriteria kritis bisa ditanggulangi dengan beberapa macam, yakni dengan sipil teknis dan vegetatif.

"Jadi kalau sipil teknis dengan pembuatan bronjong, kalau vegetatif dilakukan dengan penanaman kembali tentunya dengan pohon keras," tambahnya.

"Penggerusan tanah menjadikan tanah tidak subur, sebab 30 centimeter dari permukaan tanah kalau sering digerus menjadikan tanah yang subur hilang. Supaya tidak tergerus dilakukan pembuatan DAM penahan tanah," paparnya.

Meskipun terkendala anggaran, pihaknya mentargetkan di tahun 2017 ini akan dilakukan penghijauan kembali dengan jangkauan lebih luas.

"Target saya hanya penanaman penghijauan setempat, soalnya membutuhkan biaya besar. Kita sifatnya pemberdayaan warga setempat," harapnya.

Selama ini, DLH Bojonegoro berkoordinasi dengan pihak Perhutani Bojonegoro serta Masyarakat sekitar hutan dalam upaya menekan angka lahan yang kritis di kota ledre ini.(Wan/Red).

Foto: New. Okezone. Com

No comments:
Write comments