Wednesday, January 18, 2017

Produk Khas Mahasiswa STIKes Icsada Turut Diserbu

    Wednesday, January 18, 2017   No comments

Reporter : Iwan Zuhdi


suarabojonegoro.com -  Sesuatu yang menarik saat Expo dan Mini Seminar Gerakan Masyarakat Peduli HIV/AIDS (GeMas HIV/AIDS) yang diselenggarakan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Insan Cendekia Husada (STIKes ICsada) Bojonegoro bekerjasama dengan ExxonMobil Cepu Limited (EMCL). Yakni berbagai makanan, minuman dan aneka sajian olahan.

Sejumlah stand dibuka oleh mahasiswa Kampus Ungu, sebutan akrab  STIKes Icsada Bojonegoro di lokasi acara yang sudah mendapatkan persetujuan SKK Migas tersebut, di lantai II Hotel Dewarna, Jalan Veteran, Kota Bojonegoro, Rabu (18/1/2017).

Diantara produk-produk yang dipamerkan mahasiswa antara lain; Ramah Tawa (rambut mahkota dewa), Teh Daun Sirih Merah, Teh Daun Kelor, Si James (singkong jahe merah sereh), Hematom (hipertensi manisan tomat), Teh Antik Simerudi (sirih merah jeruk madu), Telor Cap Tidore (teh kelor cap STIKe ICsada Bojonegoro) dan lain-lain.

Ada juga Teh Herbal Daun Sirsak, Sabun Mimba Soap
Yuu Health Tea, Pump Just, Serbuk Pencegah Magh, Gempur Asam Urat Mahkota Dewa, Minuman Sehat Salam Merah, Sirup Blimbing Wuluh, Mengkudu Hepi (herbal kopi), Kopi Biji Salak, Serbuk Daun Sambiloto, D'bekam (beras hitam anti gula darah tinggi), Kotak sahabat Asma, hingga camilan kesehatan khas Bojonegoro.

"Semua yang dipamerkan ini adalah produk mahasiswa STIKes ICsada Bojonegoro yang telah dikemas menarik," kata salah satu mahasiswa S1 Ilmu Keperawatan/Ners, Indah.

Produk-produk tersebut kebanyakan mudah di dapat dari masyarakat dan berbasis budaya lokal. Terutama dari tanaman toga yang mulai banyak ditinggalkan masyarakat. "Kita sangat peduli untuk melestarikan tanaman toga dan mengajak masyarakat untuk membudidayakannya," tambah anggota kelompok mahasisw lain, Ila Munifatuszahro.

Sementara itu salah satu pengunjung ada Kecamatan Dander, Dwi sangat kaget dengan kreatifitas mahasiswa Kampu Ungu. Karena, generasi seperti ini yang patut dicontoh dan didukung. Apalagi bisa menghasilkan produk buday lokal Bojonegor yang luar biasa. (wan/lis)

No comments:
Write comments