Saturday, January 21, 2017

Saran Forminda Soal TITD HSB, Bentuk Pengurus Baru Lalu Eksekusi

    Saturday, January 21, 2017   No comments

Reporter : Sasmito Anggoro

suarabojonegoro.com -  Ada tiga poin yang menjadi pokok usulan atau saran dari forkopimda untuk kedua belah pihak yang sedang bersengketa dalam Kepengurusan Badan Tempat Ibadah Tri Dharma (TITD) Hok Swie Bio Bojonegoro untuk membentuk Kepengurusan baru, dan baru pelaksanaan eksekusi.

Forkopimda menyerahkan keputusan ini kepada umat Konghucu karena hak terbesar ada pada umat. Jum'at Malam (20/1/17) di ruang pertemuan Angkling Dharma Pemkab Bpjonegoro.

Oleh Forpimda diharapkan untuk dilaksanakan mediasi kedua belah pihak guna membentuk kepengurusan terbaru yang diisi dari masing-masing pihak yang bersengketa.

Selanjutnya Kapolres Bojonegoro,  AKBP Wahyu Sri Bintoro menyampaikan bahwa setelah selesai terbentuk Kepengurusan maka pelaksanaan eksekusi dilakukan setelah adanya Kepengurusan baru

Bupati Bojonegoro Drs H Suyoto Msi turut memberikan masukkan dan mengajak kepada kedua belah pihak untuk saling merenung. "forum yang diadakan oleh forkopimda itu bukan ranah untuk mengatakan siapa yang benar dan siapa yang salah, tapi bagiamana memunculkan fakta - fakta untuk kemudian direnungkan bersama sehingga menuju sebuah kearifan lokal," terangnya.

Dikatakan juga bahwa permasalahan antara kedua belah pihak dalam ranah hukum itu tidak perlu dijalankan jika keduanya berdamai. Oleh karena itu maka jalur mediasi untuk menjalin kerukunan antara kedua belah pihak selalu diusahakan terlebih dahulu.

Dalam acara tersebut Forkopimda memberikan kesempatan kepada umat untuk berbicara menyampaikan perasaannya dan keinginannya. Sementara itu pihak pengurus tidak diperkenankan untuk menyampaikan pendapatnya masing-masing.

disampaikan dalam acara mediasi antara Badan Tempat Ibadah Tri Dharma (TITD) yang diwakili oleh Go Kian An dengan Tan Tjien Hwat dan kawan - kawan pada jumat (20/01/2017) sekira pukul 19.00 WIB di gedung Angling Dharma Pemkab Bojonegoro.

Selanjutnya kedua belah pihak diberikan waktu untuk kembali memikirkan usulan yang sudah di tawarkan kepada mereka.
Hadir dalam mediasi tersebut Bupati Bojonegoro, Kapolres Bojonegoro, Dandim 0813, Kepala PN, ketua DPRD, ketua FKUB, komisi 3 DPR RI, dan kedua belah pihak yang bersengketa. (ang)

No comments:
Write comments