Monday, February 13, 2017

2 Rumah Sakit di Bojonegoro Telah Perbarui Ijin Operasionalnya

    Monday, February 13, 2017  

Reporter : Iwan Zuhdi


suarabojonegoro.com -  Dua Rumah Sakit (RS) di Bojonegoro telah selesai melakukan pemberkasan terkait ijin operasional. Ijin operasional yang wajib diperbarui 5 tahun sekali itu sebelumnya harus mendapat rekomendasi dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bojonegoro.

Dua RS tersebut adalah RSI Fatma yang berada di jalan Lettu Suyitno nomor 2 Desa Camperejo Kecamatan/Kabupaten Bojonegoro yang memiliki SK bernomor 445/73/208.412/2016, masa berlaku 26 Februari 2016 sampai 26 Februari tahun 2021 dan RS Muslimat NU 'Muna Angita' Bojonegoro jalan Ahmad Yani nomor 10 A Bojonegoro, yang memiliki SK bernomor 445/290/208.412/2016, masa berlaku 06 September 2016 sampai 06 September 2021.

Kepala Bidang (Kabid) Pelayanan, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Bojonegoro, Sutomo mengatakan, saat ini rumah sakit yang ada di Bojonegoro sudah melakukan ijin semua. Dalam proses pengajuan segala jenis perijinan itu sudah mulai dilengkapi, baik IMB, HO, maupun operasionalnya.

"Saya contohkan, untuk ijin operasional rumah sakit Muna Anggita, sesuai rekomdasi dari Dinas Kesehatan, sehingga dinas perizinan baru bisa mengeluarkan ijin," katanya saat ditemui di kantornya, Senin (13/2/17).

Dulu, ia menjelaskan, untuk ijin RS Muslimat NU Muna anggita adalah ijin sementara, namun mulai ada Permenkes nomor 56 tahun 2014, bulan September 2016 RS Muna Anggita sudah mengajukan Ijin operasional, jadi sudah tidak sementara.

"Dulu ada kabar sempat kekurangan tenaga kerja, seperti doktet spesialis. Kan gak boleh dobel job," timpal staf Bagian Pemrosesan Dinas setempat, Novi.

Selain dua Rumah Sakit tersebut, juga ada satu Rumah Sakit yang telah melakukan perpanjangan ijin operasional, yakni RS Bhayangkara Wahyu Tutuko di jalan Panglima Sudirman nomor 168-168 Bojonegoro. RS tipe D tersebut milik POLRI yang memiliki SK bernomor 445/434/208.412/2016, 29 Desember 2016, dengan masa berlaku 24 Januari 2017 sampai 24 Januari 2022.

"Rumah sakit diwajibkan perpanjangan perizinan selama lima tahun sekali, namun dalam perjalanan bila ada perubahan tipe rumah sakit maka diwajibkan untuk perbarui ijin," kata Sutomo. (Wan/Red).

No comments:
Write comments