Sunday, February 5, 2017

Ansor Gayam Gelar Dialog Bertemakan Penataan Perekonomian Umat

    Sunday, February 05, 2017  

Reporter : Iwan Zuhdi

suarabojonegoro.com -  Berjuang untuk membesarkan organisasi memang tidak semudah membalikan telapak tangan. sebab ada banyak hal yang harus dilakukan, tak terkecuali menata perekonomian yang menjadi pemicu tersendatnya untuk mewujudkan program yang direncanakan.

Hal itu yang mendasari Pengurus Anak Cabang (PAC) Kecamatan Gayam Kabupaten Bojonegoro mengadakan dialog strategis dengan mendatangkan praktisi dan juga direktur BMT NU Ngasem, bapak Wahyudi. Tak tanggung   tanggung, tema yang diangkat yakni "Membangun dan Mengembangkan Perekonomian Ansor Sebagai Embrio Kemandirian Umat".

"Kami mengundang beliau untuk memberikan gambaran bagaimana menata dan mengelola perekonomian organisasi seperti halnya Ansor," ungkap ketua PAC GP Ansor Gayam, Imam Hambali dalam sambutanya (3/2/2017) di Mushola Ali Mukti Desa Brabowan Kecamatan Gayam.

Sebab, saat ini Ansor Gayam sendiri memiliki aset pengelolaan lahan pertanian seluas 1 hektar, sehingga diperlukan pula rumusan untuk menciptakan sistem yang melahirkan manajemen yang baik.

"Selain lahan pertanian, Ansor Gayam juga memiliki Kelompok Serba Usaha (KSU) yang bergerak dibidang wirausaha organisasi dan kegiatan ekonomi lainya," paparnya.

Sementara itu, Narasumber Diskusi perekonomian, Wahyudi menyampaikan jika menata perekonomian harus menjadi prioritas khususnya bagi MWC NU dan seluruh Banomnya. Sebab, akan menjadi sesuatu yang berat apabila perjuangan di NU maupun ansor tidak terlaksana hanya dikarenakan minimnya pendanaan.

"Kasihan banomnya juga jika harus meminta sumbangan dengan proposal setiap kali mengadakan kegiatan, ini tidak boleh dibiarkan secara terus menerus," jelasnya

Pria yang pernah menjadi Dosen ini menawarkan konsep perekonomian agar program - program di NU dan banomnya berjalan maksimal. salah satunya adalah dengan membuat lembaga perekonomian yang tidak bergantung pada struktural NU namun memberikan kontribusi secara optimal.

"Seperti BMT yang saya kelola ini pengurusnya harus fokus pada peningkatan perekonomian, sehingga setiap akhir tahun hasil laba akan dialokasikan sesuai kesepakatan kepada MWC NU setempat," tambahnya

artinya, harus dibedakan juga mana yang fokus pada program NU, fokus pengkaderan di level Badan Otonom dengan orang yang fokus diperekonomian.

"Sebab, dari pengamatan yang saya lakukan, inilah formula yang tepat, karena jika lembaga perekonomian terikat langsung dengan struktural maka akan rawan dengan dimasukinya kepentingan pribadi yang tak jarang justru menjadi penghambat lajunya lembaga perekonomian," tegasnya.

kegiatan ini berjalan khidmat dan  peserta diskusi yang berasal dari pengurus Ansor se kecamatan Gayam terlihat begitu antusias. (wan/lis)

No comments:
Write comments