Sunday, February 19, 2017

Bangkitkan Pertanian Terintegrasi dengan Pengembangan Sumber Daya LLokal Di Tuban dan Bojonegoro

    Sunday, February 19, 2017  

Oleh : Retna Dewi Lestari

suarabojonegoro.com -  Upaya pemanfataan sumber daya lokal dalam mewujudkan sentra agribisnis di KabupatenTuban dan Bojonegoro dinilai masih kurang.

Masih banyak potensi sumber daya lokal disekitar Kabupaten Tuban dan Bojonegoro yang belum  dimanfaatkan secara optimal, sepertiusaha ternak DOKA (Domba Kambing), serta adanya pemanfaatan secara terintegrasi.

Dalam rangka mendukung pencapaian tersebut Politeknik Pertanian dan Peternakan Mapena Tuban,mengadakan kegiatan seminar regional dengan tema “ Integrasi Pertanian dan PeternakanBerbasis Sumber Daya Lokal dalam Rangka Mewujudkan Sentra Agribisnis di KabupatenTuban   dan   Bojonegoro”.

Acara   ini   dihadiri   oleh   perwakilan   dari   Dinas   Perikanan  danPeternakan   Kabupaten   Tuban,   perwakilan   Dinas   Peternakan   dan   Perikanan   KabupatenBojonegoro,   kelompok   tani,   pelaku   usaha   peternakan,   serta   perwakilan   mahasiswa   diuniversitas se Tuban dan Bojonegoro.

Wakil Ketua Himpunan Peternak Domba Kambing Indonesia, drh. Priyo Indrianto sebagai pembicara dalam acara tersebut, mengungkapkan bahwa untuk menghasilkan ternak DOKAyang   berkualitas   dengan   biaya   terjangkau   yang   perlu   diperhatikan   adalah   bibit,   pakan,manajemen   kandang,   dan   manajemen   kesehatan.   Disamping   itu   Priyo   juga   menegaskan

"Perlu  adanya  perubahan  pola  pikir   peternak  untuk  mau  berevolusi dari  peternakmenjadi   pengusaha   peternak,   sehingga   diharapkan   mampu   menghasilkan   ternak   yangberkualitas," Jelasnya.

Usaha integrasi pertanian dan peternakan merupakan salah bentuk dari pemanfaatan sumberdaya   lokal   dan   akan   berdampak   pada   terjaganya   ekosistem   lingkungan,   seperti   yangdiungkapkan oleh Kastam, S.P pembicara kedua dari acara tersebut.

Inisiator KomunitasNgawi   Organik   Center   ini   memaparkan   bahwa   sistem   pertanian   organik   mampumengurangi   kadar   penggunaan  pestisida  dan  pupuk  kimia   sampai  0  %  dengan  bertahap,sehingga   berdampak   pada   kelangsungan   ekosistem   lingkungan   dan   bertujuan   untukkedaulatan pangan.

Masalah yang paling sulit adalah mengajak petani untuk beralih kepertanian organik, salah satu solusi untuk mengatasi   permasalahan tersebut adalah denganmemberikan bukti nyata bahwa pertanian organik yang terintegrasi akan memberikan banyakmanfaat dibandingkan pertanian non organik”, imbuhnya.

Diharapkan dengan adanya kegiatan seminar ini mampu memotivasi petani dan peternak diwilayah sekitar Kabupaten Tuban dan Bojonegoro untuk memanfaatkan sumber daya yangada demi terciptanya kesejahteraan bersama. (JW/Lis)

No comments:
Write comments