Monday, February 20, 2017

Belajar Silat Sejak SD, Remaja Sugihwaras Ini Raih Banyak Prestasi

    Monday, February 20, 2017  

Reporter : Bima Rahmat

suarabojonegoro.com -  Untuk meraih kesuksesan menjadi seorang Atlit memang tidak semudah membalikan tangan, butuh latian yang keras, kedisiplinan yang tinggi, serta perjuangan yang ekstra. Namun semua itu akan terbayar disaat kita berdiri di podium tertinggi dimana disaat kalung emas melingkar di leher kita. Senin (20/02/17).

Bima Yanu Alde Lova pemuda asal Kecamatan Sugihwaras Kabupaten Bojonegoro ini merupakan salah satu Atlit Pencak Silat yang telah banyak menorehkan prestasi, diantaranya adalah, Juara 2 Porprov Jatim di tahun 2013, Juara 1 Kejurnas Perti di Jogja, Juara 1 Internasional Pencak Silat Chmpionship (PSHT) 2013, Juara 2 kejurnas PPLM 2014, Juara 1 Porprov Jatim 2015, Juara 2 Kejurnas Dewasa IPSI 2016 di TMII DKI.

Pemuda kelahiran tahun 21 Januari 1995 ini menuturkan bahwa dirinya mulai menekuni Olah Raga
 Pencak Silat semenjak duduk di bangku Sekolah Dasar (SD). Berkat kerja kerasnnya ia terpilih untuk mewakili Kecamatan Sugihwaras untuk mengikuti seleksi Sekabupaten Bojonegoro untuk merebut tiket kejenjang Provinsi, hingga saat ini sejumlah prestasi mampu ditorehkannya hingga gelar juara Nasional mampu diraihnya.

"Belajar Pencak Silat sejak duduk dibangku Sekolah Dasar dan pertama kali ikut pertandingan yakni mewakili kecamatan Sugihwaras untuk seleksi merebutkan tiket kejenjang Provinsi", ujarnya saat ditemui media suarabojonegoro.com.

Putra dari pasangan Suroto dan Sumiatun ini menjelaskan bahwa untuk menjadi Atlit khususnya Pencak Silat memang tidak mudah, disaat anak-anak seusianya sedang asik menikmati masa-masa bermain dan bersenang-senang, namun dirinya harus berlatih keras terlebih disaat ia harus menurunkan berat badan.

"Terkadang iri juga lihat teman-teman seusia saya yang asik bermain dan senag-senag tapi saya sibuk latihan, apalagi kalau harus menurunkan berat badan, harus kerja keras", katanya.

Namun bagi dirinya hal itu tidak menjadi masalah, sebab semua itu sudah menjadi resiko yang harus diterimanya. Walaupun banyak prestasi yang ia torehkan hal ini tidak menjadikannya sombong dan tinggi hati, sebab ia sadar gelar juara hanyalah disaat berada di atas Podium.

"Juara hanya ketika kita berada di atas podium, setelah itu jangan pernah kalian sebut diri sebagai juara, karena setelah turun dari podium perjuangan selanjutnya akan lebih menantang, karna akan kembali berlatih dan mempersiapkan diri untuk even berikutnya", imbuhnya.

Bima sapaan akrabnya pada kesempatan kali ini juga berpeasan kepada adik-adik generasi penerusnya agar selalu semangat dalam berlatih, jangan putus asa dan jangan mudah puas dengan apa yang sudah dicapai, dan kepada Pemerintah Bojonegoro dirinya berharap agar memperhatikan Olah Raga Pencak Silat.

"Saya berharap untuk generasi yang akan datang, jangan pernah mudah puas dengan apa yang kalian capai, selalu rendah hati untuk selalu belajar", pungkasnya. (Bim/red).

No comments:
Write comments