Friday, February 24, 2017

Bupati Bojonegoro Kukuhkan Tim Satgas Saber Pungli

    Friday, February 24, 2017  

Reporter : Iwan Zuhdi

suarabojonegoro.com -  Semangat OGP (Open Government Partnership) masih tetap membara di lingkup Pemerintah Kabupaten Bojonegoro. Tidak hanya membuat Festival OGP tapi juga mempraktekkannya langsung.

Sejak gerakan Saber Pungli (Sapu Bersih Pungutan Liar) Kabupaten Bojonegoro langsung bergerak cepat membentuk tim Saber Pungli. Karena Kabupaten Bojonegoro ingin praktek pungli di Kabupaten Bojonegoro semakin berkurang, hal ini juga akan membuat masyarakat untuk turut aktif dalam pemberantasan pungutan liar atau korupsi.

Bertempat di ruang Angling Darma Pemerintah Kabupaten Bojonegoro diselenggarakan acara pengukuhan Unit Satgas Saber Pungli (Satuan Tugas Sapu Bersih Pungutan Liar) dan Penyerahan Piagam Tanda Penghargaan Operasi Tumpas Narkoba Semeru Tahun 2017.

Acara yang diselenggarakan 24 Februari oleh Polres Bojonegoro serta Pemerintah Kabupaten Bojonegoro ini juga dihadiri oleh Bupati Bojonegoro, Wakil Bupati Bojonegoro, jajaran Forpimda, ketua DPRD Kabupaten Bojonegoro, jajaran Polres Bojonegoro, Dandim Kodim 0813 Bojonegoro Camat se-Kabupaten Bojonegoro, Kepala desa di lingkup Pemerintah Kabupaten Bojonegoro.

Pada acara ini juga dilakukan secara simbolis pemakaian rompi kepada Unit Satgas Saber Pungli.
Kang Yoto dalam sambutannya menyampaikan selamat kepada jajaran Polres Bojonegoro karena telah berhasil menangkap jaringan terbesar di Bojonegoro.

"Kita harus membuka serta memantau semua informasi, baik lewat radio, dialog publik, lewat jejaring sosial mengenai keluhan masyarakat. Sehingga kita harus menutup semua pintu korupsi," katanya.

Sejak gerakan Saber Pungli dicanangkan banyak aduan dari masyarakat, bahkan iuran sekolah yang digunakan untuk dana sosial dilaporkan sebagai pungli.

Harusnya, lanjut Bupati 2 periode itu, unit Saber Pungli ini harus juga mensosialisasikan kepada masyarakat apa saja yang menjadi kategori pungli.

“Sebuah negara yang banyak mendapat keluhan dari warganya mengenai korupsi bukan berarti negara tersebut gagal, namun masyarakat negara tersebut partisipasinya tinggi dalam pemberantasan korupsi.

Diharapkan olehnya, tim ini dapat bekerja dengan sungguh-sungguh. Nanti kedepan jangan sampai ada tim unit Saber Pungli yang dilaporkan gara-gara melakukan pungli.

Kajari Bojonegoro Muhaji, SH. MH, menyampaikan bahwa, dengan dibentuknya Unit Saber Pungli ini membuat Kabupaten Bojonegoro menjadi semakin baik dan berkurang pungli di Bojonegoro ini. Kedepan unit harus bisa memilih dan memilah tugas dan fungsinya, jangan sampai ada tumpang tindih karena unit ini dibentuk dari berbagai instansi.

"Unit harus sering koordinasi biar tidak tercampur tugas dan fungsi unit Saber Pungli dengan instansi," pesanya.

Kapolres Bojonegoro AKBP Wahyu S Bintoro yang turut hadir menyampaikan, tim ini bekerja secara efektif dan efisien karena jumlah personel yang terbatas dan dari berbagai instansi. Unit ini harus bekerja sesuai dengan SOP yang ada, mulai dari Intelejen, Pencegahan, Tindakan, Yustisi.

"Saya percaya Tim ini sudah kompak dan solid. Sehingga kita hanya perlu mencari pola kerja mana yang sesuai," katanya.

Dandim Kodim 0813 Bojonegoro Letnan Kolonel Inf M. Herry subagyo ikut memberi selamat kepada tim satgas yang sudah terbentuk. Menurutnya, langkah awal ini untuk menjadi lebih baik, dalam pemberantasan pungutan liar.

Tim ini harus bisa mencegah praktek pungli kepada masyarakat dalam urusan pelayanan publik. "Saya juga menyampaikan instruksi dari KASAD (Kepala Staff TNI Angkatan Darat) bahwa dalam penerimaan atau rekruitmen anggota TNI AD tidak ada pungutan apa-pun," pesanya.

Jadi, lanjutnya, apabila nanti dalam penerimaan anggota TNI AD ada anggota TNI AD yang melakukan pungli  untuk segera dilaporkan. "Saya harap tim ini dapat bekerja secara profesional, serta bekerja sesuai dengan SOP yang ditetapkan," katanya.

Ketua DPRD Kabupaten Bojonegoro Mitro‘Atin, S.Pd menyampaikan, semua pihak harus tegas dalam membasmi pungutan liar, untuk memutus rantai pungutan liar atau korupsi.

"Kita juga harus melakukan pendekatan psikologi kepada masyarakat, dengan melakukan sosialisasi mengenai Saber Pungli itu sendiri. Sehingga masyarakat tidak resah dan bisa merasa tenang. Saya ucapkan selamat bekerja kepada unit Saber Pungli ini," papar Mitro‘Atin yang juga mantan Kades itu. (Wan/Lis).

No comments:
Write comments