Saturday, February 4, 2017

Camat Balen: Laporan Banjir Hanya Dua Desa "Lengkong & Kedungdowo"

    Saturday, February 04, 2017  

Reporter : Iwan Zuhdi

suarabojonegoro.com -  Tingginya luapan air Bengawan Solo yang melintas di Kabupaten Bojonegoro hingga siang ini, Sabtu (4/2/2017) menyentuh hingga siaga II atau siaga kuning. Papan duga tinggi muka air (TMA) di Taman Bengawan Solo (TBS) sekira pukul 18.00 WIB tercatat pada angka 14,37 pheilschall.

Salah satu wilayah yang terdampak luapan air sungai terpanjang di pulau Jawa itu adalah Kecamatan Balen. Ada 5 desa yang setiap kali air meluap terkenan dampaknya. Yakni Desa Pilanggede, Lengkong, Kedungdowo, Sarirejo, Mulyorejo, dan Sekaran. Desa-desa tersebut berada di bagian utara dari wilayah kecamatan setempat. Untuk Desa Pilanggede, Mulyorejo, dan Sarirejo berbatasan langsung dengan Kabupaten Tuban.

Awal bulan Februari 2017 ini bencana banjir kembali terjadi. Teecatat ada 2 desa yang sudah terdampak atas bencana tahunan tersebut.

"Sementara yang berdampak di Balen sampai dengan tadi siang ada Desa Lengkong dan Kedungdowo," kata Camat Balen, Djuwana Poerwiyanto.

Atas dampak banjir tersebut membuat ratusan meter akses jalan dan ratusan hektat lahan pertanian di dua desa itu tergenang air yang memiliki warna cokelat dan keruh itu. "Yaitu akses jalan dan lahan pertanian," imbuhnya.

Laporan yang baru diterima dari dua desa tersebut belum mewakili 3 desa lainya. Sebab, dari pantauan suarabojonegoro.com beberapa halaman sekolah diwilayah tersebut juga sudah mulai tergenang, sehingga sangat mengganggu aktivitas belajar mengajar.

Selain itu, jalan poros di Desa Pilanggede juga nampak putus. Lima perahu kayu staby dilokasi, untuk mengangkut warga sekitar yang akan ke pasar Sumberrejo atau ke Kantor Kecamatan.

Warga setempat berharap, air segera surut. Sebab, bulan Februari menurut warga biasanya sudah mulai tanam padi. "Biasanya prediksi kami Februari sudah tigo (kemarau) dan bisa mulai tanam," ungkap Ta'in petani setempat. (Wan/Red).

No comments:
Write comments