Thursday, February 2, 2017

Di Bojonegoro, 7 Wilayah Ini Tak Dilirik Investor untuk Dirikan Toko Modern

    Thursday, February 02, 2017  

Reporter : Iwan Zuhdi


suarabojonegoro.com -  Usaha Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro untuk menarik investor sebanyak-banyaknya ke Bojonegoro tak seperti ekspektasi yang gadang. Padahal, Pemkab Bojonegoro mencanangkan program cepat dan tepat dalam pengurusan perijinan.

Kepala Bidang Pelayanan, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Bojonegoro, Sutomo mengatakan, selama ini Pemkab berusaha melayani pengurusan ijin secara profesional. Hal tersebut salah satunya diharapkan banyak investor yang datang ke kota ledre ini, untuk mendirikan usaha.

Namun, harapan tersebut ada saja kendalanya. Ia mencotohkan, dari 59 kuota pendirian pasar dan toko modern se Bojonegoro masih saja menyisakan wilayah yang dinilai oleh pengusaha ataupun investor enggan meliriknya.

"Hari ini jumlahnya ada 51 se Kabupaten. Kemaren itu masih ada sisa 8, belum ada yang mau," ungkap pria yang berkacama mata itu saat ditemui di kantornya, Gedung Pemkab Lantai 1. Kamis (2/2/2017).

Kedelapan wilayah tersebut adalah, di Kecamatan Sekar (1 kuota), Kedewan (1 kuota), Margomulyo (1 kuota), Ngambon (1 kuota), Gayam (1 kuota), Tambakrejo (2 kuota), dan Ngasem (1 kuota).

Diakui olehnya, 8 wilayah yang dimaksud merupakan wilayah yang dimungkinkan masih memiliki perputaran uang yang belum terlalu cepat. Sehingga, para investor harus berfikir dua kali untuk mendirikan pasar (usaha) maupun toko modern.

"Banyak yang milih di Kota. Di Kota sendiri ada 15 kuota. Padahal sudah kita dorong untuk itu," ucapnya. (Wan/Red).

No comments:
Write comments