Tuesday, February 7, 2017

Forum Lalin Bojonegoro Bahas Jalan yang Rusak dan Banyaknya Angka Kecelakaan

    Tuesday, February 07, 2017  

Reporter : Iwan Zuhdi

suarabojonegoro.com -  Menanggapi banyaknya keluhan masyarakat terkait infrastruktur jalan, utamanya jalan berlubang, Dinas Perhubungan Kabupaten Bojonegoro bersama pihak terkait, pagi ini Selasa (7/2/17) menggelar forum sosialisasi lalin (Lalu lintas) Bojonegoro, di Ruang Mliwis putih lantai II Pemkab Bojonegoro.

Dalam kesempatan itu, Iskandar selaku Kepala Dinas Perhubungan Pemkab Bojonegoro menyebutkan, bahwa ada blackspot di beberapa ruas di jalan nasional, dimana kerusakan sekarang bergeser ke wilayah barat.

"Rapat ini akan membahas tiga hal antara lain keselamatan lalu lintas, sosialisasi pelican cross di jalan Veteran serta tindak lanjut laporan masyarakat terkait jalan rawan laka," katanya.

Iskandar menyebutkan, bahwa pelican cross adalah fasilitas penyeberangan pejalan kaki yang dilengkapi dengan lampu lalin. Dijelaskan, penggunaan pelican cross adalah tekan tombol menyebrang warna merah. Apabila lampu traffic sudah berwarna merah segera menyebrang. Durasi waktu menyerbrang adaalah 15 detik.

"Kita akan tambah zona aman sekolah di beberapa sekolah," ucapnya.

Dirinya turut menghimbau beberapa ruas jalan sudah tidak bisa digemukkan atau dilebarkan karena sudah ada bangunan bangunan. Median jalan akan dilakukan rekayasa untuk mengurangi angka kecelakaan di jalan. Beberapa jalan akan dilakukan penambahan keindahan sehingga menjadi tampak indah utamanya adalah di jalan veteran.

Dia menyebutkan bahwa tonase jalan Baureno sampai Bojonegoro hanya 60 ton namun kenyataan banyak kendaraan yang melebihi tonase.

Sementara itu Kasat Lantas Polres Bojonegoro, AKP Prianggo P.M. dalam paparannya menjelaskan tahun 2017  angka kecelakaan yang tinggi. Beberapa hal yang mengakibatkan kecelakaan selain human error ada hal lain yang harus dipertimbangkan antara lain tikungan yang terlalu tajam, kemiringan jalan, kondisi jalan yang rusak.

Hal lain yang harus diperhatikan adalah dampak ditutupnya jembatan timbang membuat banyak kendaraan yang melebihi tonase menjadi salah satu hal yang membuat jalan semakin rusak.

"Terkait yellowbox di beberapa titik mulai jalan AKBM Soeroko, Jalan Ahmad Yani dan jalan diponegoro seharusnya ada di persimpangan, lokasi emergency seperti search and rescue, ambulance, maupun fasilitas emergency seperti tempat penanggulangan huru hara, rumah sakit maupun pemadam kebakaran," katanya.

Ari Basuki Widodo dari PPK Ruas Jalan Babat Bojonegoro Padangan Ngawi mengatakan, kedepan akan ada paket kontrak reservasi (pemeliharaan) dan pelebaran jalan di daerah Kalitidu Km 124-126 dari 7 meter menjadi 11 meter .
"Untuk reservasi mulai Km 74 sampai dengan karangjati masuk daerah Ngawi," katanya.

Reservasi long secment akan diadakan kontrak kerja dengan penyedia jasa mulai penambalan lubang, retak-retak, pondasi amblas.

Lanjutnya, ruang Babat Bojonegoro Ngawi itu istimewa adalah tanah yang kembang, susutnya sangat tinggi jika musim hujan mengembang namun jika musim kemarau " nelo ". "Kebijakan dari pusat kita akan optimalkan reservasi atau perbaikan," ujarnya.

Musuh aspal adalah air, apalagi beberapa musim ini cenderung hujan sehingga kerusakan menjadi sangat dominan.

Terkait blackspot, ia mengatakan, salah satu penyebab kecelakaan selain human error dan kendaraan yang tidak layak jalan adalah geometris, bahu jalan yang gantung dimana antara permukaan aspal dan median ada jarak serta kemiringan .

"Selain pelebaran ada juga overlay di ruas Babat Bojonegoro. Ketika ada genangan air maka aspal akan cepat rusak dalam hitungan hari. Karenanya drainase mutlak dimiliki di sepanjang jalan beraspal," pungkasnya. Wan/Red).

No comments:
Write comments