Monday, February 27, 2017

Industrialisasi Banyak Kendala, Pengangguran Merajalela, Ini Kata Kang Yoto

    Monday, February 27, 2017  

Reporter: Iwan Zuhdi

suarabojonegoro.com -  Paska pengerjaan pembangunan proyek lapangan minyak dan gas banyuurip blok cepu masih menyisakan cerita lama, yakni ratusan pengangguran (eks pekerja) mega proyek negara yang terlunta-lunta. Tercatat, semenjak berakhirnya pembangunan proyek Migas tersebut diikuti pula dengan tingginya angka pengangguran di Bojonegoro.

Berbagai trobosan dilakukan Pemerintah Kabupaten Bojonegoro untuk mengurangi pengangguran di kota Ledre ini, seperti memberi pelatihan-pelatihan kerja pada angkatan kerja.

Namun, dinilai trobosan tersebut masih belum bisa menanggulangi masifnya permasalahan pengangguran di Bojonegoro ini.

Dulu, sebelum proyek banyuurip berakhir, Kang Yoto, Bupati Bojonegoro pernah mengatakan, jika sebelum proyek berakhir bakal berdiri berbagai perusahaan baru di Bojonegoro, contoh seperti pabrik pupuk, pabrik pengolahan jagung dan lain-lain. Banyak masyarakat bertanya tentang itu.

Tanggung jawab siapa?, Bagaimana penjelasan terkait itu?.

Bupati Bojonegoro, Suyoto angkat bicara menanggapi kegelisahan ratusan pengangguran di Bojonegoro. Bupati yang menjabat 2 periode itu mengatakan, berbagai persiapan paska pengerjaan proyek lapangan minyak dan gas banyuurip blok cepu sudah dilakukan, salah satunya adalah memepersiapkan pelatihan kerja, mengundang investor untuk mendirikan pabrik, sehingga bisa menyerap tenaga kerja Bojonegoro khusunya eks tenaga kerja Migas. Namun, langkah Pemkab masih saja banyak kendala.

"Penjelasan harga minyak turun, harga gas masih tinggi, sehingga proyek pupuknya tertunda. Pengolahan jagung sudah ada tapi jagungnya yang kurang, ada di Kalisari. Karena kita sedang promosi insentif investasi di pedesaan agar semakin banyak pabrik sepatu, plastic, garmen, pengolahan sarang burung. Ayo promosikan," jelas Kang Yoto yang juga dikabarkan maju di Pilgub Jatim itu.

Langkah Pemkab tak terhenti sampai disitu. Dengan program promosi insentif investasi di pedesaan maka diharapkan bakal berdatangan ratusan hingga ribuan investor masuk ke Bojonegoro.

"Sekarang sedang diperlukan 1000 orang kerja di wismilak Baureno, 300 tenaga pengolah sarang burung di Dander, 300 an orang kerja bikin sepatu di Trojalu Boureno," pungkasnya. (Wan/Red).

No comments:
Write comments