Thursday, February 2, 2017

Kuasa Hukum Andreas Tanyakan Penahanan Kliennya

    Thursday, February 02, 2017  

Reporter : Sasmito Anggoro

suarabojonegoro.com -  Penahanan Mantan Kepala Ketahanan Pangan oleh penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Bojonegoro dipertanyakan oleh Mochamad Mansur selaku Kuasa Hukum Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Dana penguatan Modal Lembaga Usaha Ekonomi Pedesaan (DPMLUEP) pada tahun 2007 yang diperkirakan senilai Rp1.9 miliar yang berasal dari anggaran APBN.

Dihubungi melalui telephon genggamnya, Mochamad Mansur menyatakan bahwa menurut keterangan kliennya,  seharusnya klienya jangan dilakukan penahanan, alasan Mansur karena anggaran pinjaman dari APBN yang disangkakan dikorupsi tersangka masih ada di peminjam modal usaha.

"Anggaran dari APBN tersebut awalnya kan dipinjamkan kepada para pengusaha oleh Ketahanan Pangan, kalau tidak salah ada sekitar 12, kemudian dari 6 sudah mengembalikan, dan 4 lainnya masih melakukan penyicilan," Terang Mansur, Kamis (2/2/17).

Mansur juga menyatakan dari keterangan kliennya bahwa anggaran yang terlambat pengembalian ini dikarenakan adanya banjir besar pada tahun 2007 di Bojonegoro dan berdampak pada kerugian para pengusaha peminjam DPMLUEP, sehingga mereka kesulitan mengembalikan modal.

"Dari peminjaman modal dari DPMLUEP, semua peminjam juga menggunakan jaminan berupa sertifikat, dan uangnya masih ada di peminjam yang belum mengembalikan," Lanjut Ketua pria yang juga ketua Peradi ini.

Sebelumnya diberitakan bahwa Setelah dilakukan pemeriksaan terhadap Mantan Kepala Ketahanan Pangan Bojonegoro, Andreas Wahyuono , penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Bojonegoro, Akhirnya Andreas ditahan oleh Kejari Bojonegoro pada hari ini Kamis (2/2/17).

Andreas dititipkan di Lapas (Lembaga pemasyarakatan) jalan Diponegoro, Bojonegoro oleh Kejari Bojonegoro. (Ang*)

Berita sebelumnya : http://www.suarabojonegoro.com/2017/02/dugaan-korupsi-mantan-kepala-ketahanan.htm

No comments:
Write comments