Friday, February 3, 2017

Luapan Air Bengawan Solo Masuk Area Persawahan Warga, Lewat Sodetan di Pilanggede

    Friday, February 03, 2017  

Reporter : Iwan Zuhdi

suarabojonegoro.com -  Meluapnya air bengawan solo di Bojonegoro hingga sore ini, Jum'at (3/2/2017) masih berada di angka siaga II atau siaga kuning. Pada pukul 15.00 WIB berada pada angka 14.25 peilschall, dengan trend naik.

Luapan air yang berasal dari hulu sungai tersebut membuat sejumlah wilayah di Bojonegoro mengalami genangan, salah satunya di wilayah Kecamatan Balen, tepatnya di Desa Pilanggede.

Air bengawan yang melintas di Desa setempat sejak pagi hari itu terlihat begitu mengalir deras masuk dari timur ke arah barat, yakni di area persawahan warga.

Aliran air yang berwarna cokelat kerung campur sampah tersebut mengalir deras lewat sodetan yang dibuat oleh warga sekitar. Sodetan yang sebelumnya diharapkan agar air kiriman dari sungai pacal bisa terbuang sampai hilir (bengawan solo) tersebut kini malah sebaliknya. Kubikan air banjir masuk dengan begitu saja lewat sodetan yang diatasnya berdiri sebuah jembatan bambu yang cukup membahayakan.

"Hati-hati lo, jembatanya mulai reyot," cetus salah satu pemuda yang berada disekitar jembatan yang dibuat oleh warga sekitar dan para pekerja proyek pintu air (chek dam) di desa Pilanggede, Rudin (22).

Warga sekitar hanya bisa pasrah. Dilema, mungkin hanya kata itulah yang kini dirasakan oleh sebagian warga sekitar. Warga seringkali mengeluhkan adanya proyek chek dam di desa setempat. Pengerjaan chek dam harus membendung aliran sungai pacal, sehingga kemudian harus menyodet di titik lain, sekitar 500 meter dari area mega proyek.

Sebelumnya, sodetan tersebut memiliki lebar sekitar 2 meter, namun kini berubah, yakni mencapai 10 meter. Sehingga dibuatkan jembatan dari bambu yang juga seringkali putus. "Mbohh...berapa kali saja putus, pegal otakku mikir," gerutu salah satu warga Desa Sarirejo, tetangga Desa Pilanggede.

Siti, salah satu warga sekitar mengaku, padahal tadi pagi ia baru saja buruh tanam padi (tandur-red) di sawah milik tetangganya, di sekitar aliran sodetan. Ia memperkirakan jarak sodetan dengan lahan yang baru saja ditanami sekitar setengah kilometer saja. "Mungkin nanti sudah penuh air," ucapnya.

Perahu kayu terlihat stanby di sekitar sodetan. Demi keselamatan, beberapa warga yang baru pulang kerja memilih jasa transportasi perahu.

Hingga berita ini diturunkan, tak banyak warga yang berani menyeberangi jembatan bambu tersebut. Terlihat pula beberapa petinggi PT Daya Patra Ngasem Raya yang sedang mengecek keadaan proyek yang dikerjaan. Sambil melihat warga yang sedang menyeberang jembatan, dua pria yang diduga petinggi pemenang proyek mengabadikan gambar warga setempat yang sedang melihat kondisi jembatan. (Wan/Red).

No comments:
Write comments