Friday, February 24, 2017

Material Proyek EPC GPF Lapangan J-TB Harus dari Bojonegoro

    Friday, February 24, 2017  

Reporter : Iwan Zuhdi

suarabojonegoro.com -  Operator proyek unitisasi gas Jambaran-Tiung Biru (JTB), Pertamina Eksplorasi dan Produksi Cepu (PEPC) berpesan kepada pemenang tender proyek rekayasa, pengadaan dan konstruksi (Engineering, Procurement and Construction/EPC) Gas Processing Facility (GPF), yakni konsorsium PT Rekayasa Industri (Rekind) - PT Japan Gas Corporation (JGC), agar menggunakan bahan bangunan proyek dari Bojonegoro sendiri.

"Harus mengutamakan dari Bojonegoro Mas," kata Humas PEPC di Bojonegoro, Abdul Malik. Jum'at (24/2/17).

Malik sapaan akrab pria kelahiran Bojonegoro itu tak menampik jika sampai saat ini lokasi tambang material bangunan di Bojonegoro, belum ada yang legal. Seperti pasir misalnya.

Namun, pihaknya bakal berkoordinasi lebih lanjut terkait itu.

"Tentunya akan dan harus berkoordinasi dengan Kadin atau Pemkab Bojonegoro," imbuhnya.

Di Bojonegoro sendiri, saat ini ada 3 pemohon yang sudah diberi rekom oleh Bupati atas perijinan tambang pasir darat dan tanah uruk.

Pemerintah Kabupaten dalam hal ini hanya berwenang membentuk tim teknis pertambangan di Bojonegoro. Setelah rekom keluar, pemohon berkoordinasi langsung dengan Dinas ESDM Provinsi Jawa Timur.

Seperti diketahui, keterangan dari Bagian SDA Bojonegoro menyebutkan, ada tiga pengusaha tambang yang kini menunggu proses penerbitan WIUP, diantaranya CV Multi Tunas Mandiri yang berlokasi di Desa/Kecamatan Gondang, dengan material tanah urug.

Kemudian, Joko Arumono yang berlokasi di Desa Tebon Kecamatan Padangan, dengan material pasir dan batu atau sirtu, dan Ahmad Amirudin Azis yang berlokasi di Desa Katur Kecamatan Gayam dengan material sirtu. (Wan/Red).

No comments:
Write comments