Saturday, February 4, 2017

Mbah Jie, Jadi Merbot Masjid Al-Irsyad Ngambon Sejak Zaman G30S-PKI

    Saturday, February 04, 2017  

Reporter : Lina Nur Hidayah

suarabojonegoro.com -  Suraji (60) atau akrab dengan sapaan mbah jie kelahiran Desa Sumber tlaseh,  Kecamatan Dander,  Bojonegoro demi menjalankan tugas yang mulia ini beliau bersama istri dan anak-anaknya pindah di desa Ngambon,  Kecamatan Ngambon,  Bojonegoro untuk menjadi merbot masjid Al-Irsyad Ngambon yang telah beliau lakukan sejak lama.

Tanpa kenal lelah dan ikhlas dalam mengurus masjid besar di Ngambon menjadi rutinitas yang dilakukan mbah Jie setiap harinya,  rutinitas ini telah lama beliau tekuni sejak zaman G30S-PKI beberapa tahun silam.

Segala macam kegiatan dimasjid beliau kerjakan mulai mengumandangkan Adzan,  memberikan pengumuman kepada masyarakat Ngambon,  membersihkan masjid,  dan menjaga kantor Urusan Agama (KUA) Ngambon, mbah jie lakukan dengan suka rela dan penuh tanggungjawab.

Dalam kesehariannya, kakek 60 tahun ini dikenal masyarakat sebagai tokoh yang jujur, bertanggungjawab meskipun berusia lanjut, sehingga banyak masyarakat yang peduli akan peranan mbah jie sebagai merbot masjid di desa setempat.Sabtu (4/2/17).

“Kula dados merbot masjid pun dangu jaman PKI, awale jamaah tahlil dikumpulke dikengken dados merbot tapi mboten wonten engkang purun soale mboten bayaran, akhire kula mawon engkang dados merbot, ”Cerita kakek 6 orang anak ini dengan bahasa jawanya.

Tugas  mulia yang beliau emban hingga diusia lanjut dapat mengetuk hati kita untuk mencontoh rasa keikhlasan dan kejujuran dalam kehidupan yang dimiliki oleh sosok mbah jie. Akankah ada uluran tangan pemerintah untuk menganggarkan honor untuk merbot masjid yang puluhan tahun mengabdi?

“Dados merbot niku kudhu ikhlas,”Tambah kakek 60 tahun ini (Lin/Red)

No comments:
Write comments