Tuesday, February 21, 2017

Pemilik Tambang Bakal Prioritaskan Pekerja Lokal

    Tuesday, February 21, 2017  

Reporter: Iwan Zuhdi

suarabojonegoro.com -  Pro kontra rekomendasi tambang yang ada di Bojonegoro masih menyisakan perdebatan panjang, baik antara eksekutif dengan legislatif maupun dengan pemilik tambang itu sendiri (pemohon rekom).

Selama ini eksekutif (Pemkab Bojonegoro) menilai, jika pemberian rekom atas lokasi tambang tersebut tidak menyalahi aturan tata ruang. Namun, ada beberapa catatan-catan (syarat) bagi pengusaha tambang.

Melalui tim teknis rekomendasi pertambangan Kabupaten Bojonegoro sebelumnya telah mengkaji berbagai aspek atas lokasi yang bakal dijadikan lokasi tambang. Susunan tim tersebut tertuang dalam Keputusan Bupati Bojonegoro nomer 188/284/KEP/412.11/2016.

Berbeda dengan eksekutif, pihak DPRD Kabupaten Bojonegoro (legislatif), wakil ketua komisi A DPRD Kabupaten Bojonegoro Anam Watsito beberapa waktu yang lalu mengatakan, jika selama ini tiga lokasi tambang yang mendapat rekomendasi Bupati sangat berbenturan dengan Peraturan Daerah (Perda) tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Bojonegoro nomor 26 tahun 2011.

"Jadi, dalam perda tersebut sudah dipetakan lokasi mana saja yang paling ideal untuk digunakan aktifitas pertambangan," katanya saat bertemu wartawan suarabojonegoro.com disalah satu Cafe di Bojonegoro Minggu lalu.

Diketahui, 3 lokasi tambang yang mendapat rekom Bupati tersebut yakni, tambang tanah urug di Desa Gondang Kecamatan Gondang Kabupaten Bojonegoro, tambang pasir darat di Desa Katur Kecamatan Gayam dan di Desa Tebon Kecamatan Padangan.

Dalam Perda nomor 26 tahun 2011, tentang tata ruang wilayah Kabupaten Bojonegoro sudah sangat jelas, beberapa aspek sudah dikaji seperti aspek teknis maupun aspek lingkungan.

Namun, isu lingkungan yang menuai pro kontra tersebut juga ditanggapi oleh pemilik tambang (pemohon rekom). Salah satu pemilik lokasi tambang tanah uruk yang mendapat rekom Bupati Bojonegoro, Ahmad Amirudin Aziz, mengatakan, jika lokasi yang ia ajukan tersebut bakal memprioritaskan pekerja sekitar. "Yo jelas lah orang lokal pastinya," tegas pemohon rekom Bupati atas lokasi tambang pasir darat.di Desa Katur Kecamatan Gayam tersebut, Selasa (21/2/17). (Wan/Red).


Foto: dok. Suara Bojonegoro

No comments:
Write comments