Tuesday, February 7, 2017

PN Bojonegoro Eksekusi Sawah Di Kecamatan Dander, Hasilnya Nihil

    Tuesday, February 07, 2017  

Reporter : Bima Rahmat

suarabojonegoro.com -  Berdasarkan penetapan Ketua Pengadilan Negri Bojonegoro yang tertanggal 29 Agustus 2016 No 2/Pdt.Eks/2015/Pn Bojonegoro hari ini melaksanakan eksekusi sebidang tanah sawah di desa Ngumpakdalem kecamatan Dander kabupaten Bojonegoro dengan pemohon Drs. Hari Abrianto Msi dan dengan termohon Mulyono, Pasiran, Suleni dengan di dampingi Kuasa Hukumnya Sunaryo Abuma'in SH,MM. Selasa (07/02/17).

Dari pantauan suarabojonegoro.com sebidang tanah sawah, sesuai dengan SHM No 2541 dengan Luas 5.156 meter persegi dan terletak di Desa Ngumpakdalem, kecamatan Dander, kabupaten Bojonegoro yang dahulunya atas Nama Mulyono (termohon eksekusi), akan tetapi sekarang sudah tercatat atas Nama Drs. Hari Abrianto, Msi (pemohon eksekusi) hal ini di berdasarkan risalah lelang yang di tetapkan oleh kantor pelayanan kekayaan Negara dan lelang (KPKNL) Surabaya dengan Nomor : 062/2013  tertanggal 8 Maret 2013.

Dari hasil eksekusi yang dilaksanakan tadi pagi berakhir Nihil atau tidak di ketemukan, hal ini di sebabkan letak tanah sawah yang berbeda dengan penetapan Pengadilan Negri sebagaimana letak tanah sawah berada di Desa Ngumpakdalem akan tetapi tidak di ketemukan.

"Dari penetapan Pengadilan Negri tanah sawah terletak di Desa Ngumpakdalem kecamatan Dander Kabupaten Bojonegoro, akan tetapi hal ini tidak di ketemukan atau Nihil," kata Sunaryo Abuma'in selaku Penasihat Hukum Mulyono.

Hal ini di sampaikan pula oleh kepala Desa Ngumpakdalem Ahmad Burhani, S.Hi bahwa Tanah hak milik Nomor 2541 atas Nama Drs. Hari Abrianto Msi, adalah benar-benar tidak terletak di Desa Ngumpakdalem Kecamatan Dander Kabupaten Bojonegoro.

"Benar tanah tersebut tidak berada di Desa Ngumpakdalem," terangnya.

Sementara itu dari pihak pemohon eksekusi yakni Drs. Hari Abrianto, Msi, tetap bersikukuh bahwa tanah dan sawah itu merupakan hak miliknya, sebab dirinyalah telah memenangkan lelang yang sah berdasarkan hukum. Dirinya juga menambahkan bahwa ada kesalahan adminitrasi dalam hal ini.

"Saya telah memenagkan lelang secara sah dan memang ada kesalahan adminitrasi atau salah ketik lokasi tanah," ujarnya. (bim/red).

No comments:
Write comments