Tuesday, February 14, 2017

Progres Waduk Gongseng, Warga Belum Dapat Ganti Rugi

    Tuesday, February 14, 2017  

Reporter : Iwan Zuhdi

suarabojonegoro.com -  Mega Proyek pembangunan waduk gongseng di Bojonegoro yang dibiayai oleh APBN, tepatnya di Desa Kedungsari dan Desa Papringan Kecamatan Temayang sampai saat ini sudah dilakukan Identifikasi dan inventarisasi tanah oleh Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Bojonegoro.

Hasil Identifikasi dan inventarisasi dari BPN Bojonegoro bersama instansi terkait menyebutkan, luasan lahan yang dipakai untuk pembangunan proyek negara tersebut mencapai 493 hektar, meliputi 61 % tanah milik Perhutani dan 39 % milik warga sekitar.

Kasi Tanah dan Pendaftaran Tanah, Rahmadi mengatakan, di Desa Papringan sudang dilakukan pengukuran mencapai 37,5 hektar, terdiri dari 70 bidang, dan di Desa Kedungsari ada 7,2 hektar terdiri 72 bidang.

"Namun, progresnya sampai saat ini belum dilakukan ganti rugi untuk warga, sekitar," katanya saat ditemui diruanganya. Selasa (14/2/17) siang.

Tetapi, lanjutnya, tindak lanjut dari berbagai Musyawarah yang dilakukan selama ini adalah di Desa Papringan sudah ada 199 berkas yang legkap melalui musyawarah. "Bentuk gantian rincanya ada yang setuju ganti uang sebanyak 19 orang. Sisanya setuju direlokasi.

"Kita telah mengirim surat ke BBWS  pada tanggal 29 maret 2016. Sampai sekarang surat dari BWS jawabanya adalah belum ada dana," ungkapnya.

"Untuk tanah pengganti sudah ada, Perhutani di Kasiman, milik warga disekitar pemukiman setempat," punkasnya.

Untuk diketahui, kontraktor pengerjaan mega proyek tersebut adalah Badan Usaha Milik Negara yakni PT Hutama Karya (HK).

Saat dikonfirmasi terkait progres proyek tersebut, Humas PT HK Pengerjaan Wadok Gongseng di Bojonegoro, Nur Rohman belum bisa menjawab secara pasti perihal tersebut.

"Besok pagi... Saya telpon.... ini masih dijalan," katanya melalui sambungan Blackbarry Mesenger (BBM). (wan/red)

Foto: dok. Pembangunan waduk Gongseng

No comments:
Write comments