Friday, February 17, 2017

Tahun Ini 3 Orang Meninggal Dunia Akibat DBD

    Friday, February 17, 2017  

Reporter : Lina Nur Hidayah

suarabojonegoro.com -  Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) yang disebabkan oleh virus dengue berasal dari gigitan nyamuk Aides Aegypti menjadi kondisi yang sangat memprihatinkan dimasyarakat Bojonegoro, Pasalnya, dari bulan Januari 2017 hingga saat ini tercatat 33 kasus DBD dan 3 orang dinyatakan meninggal dunia. Angka tersebut terjadi pada bulan Januari yakni 2 orang  dinyatakan meninggal dunia terjadi dikecamatan Bojonegoro dan Kepohbaru dan bulan Februari 1 orang meninggal  akibat DBD terjadi dikecamatan Bojonegoro.

Seperti yang diungkapkan Dr.Whenny Diah P. Selaku Kasi Penyakit Menular Dinas Kesehatan Bojonegoro bahwa penyakit DBD tersebut merupakan penyakit infeksi yang disebabkan oleh virus dengue dari nyamuk aedes aegypti yang suka tumbuh digenangan air yang bersih, sehingga apabila genangan tersebut tidak dibersihkan akan memicu pertumbuhan nyamuk tersebut.Jumat (17/2/17).

“Tahun ini sudah ada 3 orang meninggal dunia akibat DBD dan tercatat 33 kasus dari Januari hingga sekarang, hari ini juga dilaksanakan fogging di Banjarjo,”Ungkap Dr.Whenny.

Pihaknya menambahkan bahwa pada tahun 2016 lalu angka DBD mencapai 543 kasus dan 18 orang meninggal dunia.Namun, total tersebut belum termasuk Kejadian Luar Biasa (KLB) karena kreteria KLB terjadi peningkatan dua kali lipat dibanding tahun lalu.

Sementara, guna menanggulangi DBD, Dinas Kesehatan  Bojonegoro kerjasama dengan pemerintah desa (Pemdes) melaksanakan fogging dan analisa lingkungan serta penyuluhan kepada masyarakat terkait bahayanya penyakit tersebut.

“Kita sudah melakukan 7 kali fogging untuk menanggulangi DBD, namun Fogging saja tak cukup karena hanya membunuh nyamuk besar saja sehingga perlu bantuan masyarakat untuk melaksanakan 3 M,”tambah Dr.Whenny.

Masih menurut Dr.Whenny 3 M tersebut meliputi  menguras, menutup dan memanfaatkan barang bekas yang dilakukan secara serentak dan rutin satu minggu sekali oleh masing-masing kepala keluarga melalui kegiatan 1 rumah 1 jumantik guna meminimalizir angka pertambahan DBD.(Lin/Red)

No comments:
Write comments