Saturday, February 11, 2017

Terkait Keluhan Warga Bantaran Rel KA, Bupati Akan Berkomunikasi Dengan Kemenhub

    Saturday, February 11, 2017  

Reporter : Bima Rahmat

suarabojonegoro.com -  Keluhan ratusan warga yang tergabung dalam Paguyupan Pewaris Bangsa, yakni warga penghuni tanah rel kereta api di wilayah Bojonegoro mengeluhkan nasibnya kepada Bupati Bojonegoro.

Disampaikam Dalam dialog Jumat yang di gelar di pendopo kemarin Bupati Bojonegoro berjanji akan mengomunikasikan ke kementrian perhubungan , dirinnya berjanji akan menawarkan solusi terbaik agar tidak berdampat buruk bagi masyarakat yang sudah berpuluh puluh tahun memanfaatkan tanah tersebut.

Drs. H. Suyoto Msi, saat dialog Jumat mengaku bahwa jauh sebelum polemik ini muncul Pemkab Bojonegoro telah memikirkan hal ini, yakni di tahun 2009 Pemkab telah melayangkan surat kepada Kementrian Perhubungan, supaya pengelolaan tanah bekas rel kereta api tersebut dapat di kelola oleh Pemkab Bojonegoro.

Kang Yoto sapaan akrabnya juga mengatakan bahwa dirinya juga pernah di undang oleh kementrian perhubungan untuk melakukan pemaparan terkait pengelolaan lahan tersebut.

"Kita sudah beberapa kali di undang dan melakukan persentasi terkait pengelolaan lahan tersebut, dan saat itu ada harapan buat kami," katanya.

Akan tetapi tiba-tiba datang surat dari kementrian perhubungan yang intinya meminta maaf kepada Bupati Bojonegoro, karena pengajuan Bupati Bojonegoro untuk mengelola lahan tersebut tidak bisa di kabulkan, karena suatu saat kementrian perhubungan akan tetap melakukan reaktivasi kembali.

Menaggapi polemik ini Bupati Bojonegoro akan melakukan pendataan kembali baik warga masyarakat yang memanfaatkan lahan tersebut serta bangunan-bangunannya. Jikalau ada kemunhkinan yang terburuk minimal tidak semua rumah tergusur.

"Dari keluhan-keluhan masyarakat, kita akan membuat rekomendasi dengan semisal rel kereta api di buat lewat atas atau bisa juga di buat lewat bawah tanah," uajrnya. (bim/red)

No comments:
Write comments