Friday, March 24, 2017

Aksi Solidaritas Petani Kendeng, Kopri PMII Bojonegoro tahlilan untuk Patmi

    Friday, March 24, 2017  

Reporter: Iwan Zuhdi 

suarabojonegoro.com -  Korp PMII Putri (KOPRI) Cabang Bojonegoro yakni aktivis perempuan PMII Bojonegoro, siang ini Mereka berdoa untuk Patmi, 48 tahun, petani Kendeng yang meninggal karena serangan jantung pada aksi #DipasungSemen2 di Jakarta. Ibu dua anak itu berjuang menolak pendirian pabrik semen PT Semen Indonesia di Pegunungan Kendeng, Jawa Tengah.

Surat Yasin dan ayat suci Al Quran  mereka lantunkan setelah sholat Jum'at (24/03/17), acara yang bertempat di Kantor cabang PMII jalan Pondok pinang. Mila Agustina selaku koordinator doa untuk Patmi petani Kendeng mengatakan bahwa aksi semacam ini ilalah bentuk solidaritas kepada pejuang gunung Kendeng yang hingga ajal datang tetap kepada  sebuah komitmen untuk menolak adanya pabrik semen Indonesia yang akan mendirikan pabrik semen didaerah rembang.

"Ibu Patmi adalah pejuang yang hebat, Kita disini berdoa agar Bu Patmi segala amal ibadanya diterima disisi Allah SWT serta perjuangan akan tetap mengalir kepada sendi-sendi darah para aktivis perempuan PMII," kata Mila yang juga mahasiswa IKIP PGRI Bojonegoro

Ia menambahkan bahwa setelah acara doa dan tahlil dilanjut dengan diskusi tentang ekplorasi yang dilakukan perusahaan semen di gunung Kendeng  tentang persoalan eksploitasi lingkungan yang terjadi di Pegunungan Kendeng maupun keadaan Bojonegoro saat ini. Mereka mengobrol santai, lesehan sembari meminum kopi.

"Kita saat ini mempelajari dampak setalah dan sebelum adanya perusahaan semen di gunung  Kendeng, sehingga secara ekonomi, budaya, culture dan politik apakah berpengaruh secara singnifikan terhadap masyarakat setempat,"pungkasnya

Lilis Apriliani salah satu peserta acara doa dan tahlil ini, sangat mengprsiasi dan mengormati perjuangan yang telah dilakukan oleh Patmi Petani Kendeng yang meninggal dunia disaat memperjuangan sebuah cita-cita bersama masyarakat gunung Kendeng di Rembang.

"Ibu Fatmi adalah pejuang bagi Kita, serta semangag beliau akan senantiasa ada semua aktivis wanita, dan perjuangan tersebut juga membuat heroh perjuangan bagi aktivis  perempuan PMII bangkit di Kabupaten Bojonegoro ini, bagi kita hanya ada satu kata buat pemerintahan yang tidak pro rakyak yakni lawan," tutur Lilis yang juga ketua Komisariat IKIP PGRI Bojonegoro. (Wan/Lis).

No comments:
Write comments