Thursday, March 23, 2017

Anak Dibawah Umur Kembali Terlibat Kecelakaan

    Thursday, March 23, 2017  

Reporter : Lina

suarabojonegoro.com -  Anak di bawah umur kembali terlibat kecelakaan, kali ini kecelakaan terjadi di jalan PUK Sidobandung – Balen turut wilayah Desa Sidobandung Kecamatan Balen Kabupaten Bojonegoro. Peristiwa ini antara sepeda motor Honda Supra bernopol W-2301-L kontra Sepeda motor Yamaha Vixion S-3108-B kontra sepeda motor Honda Supra S Nopol S-2055-HB hari Rabu (22/03/2017) pukul 06.00 Wib. Namun baru dilaporkan enam jam kemudian.

Korban yakni Abdul Haris (14) pelajar asal Dukuh Separ Desa duyungan Kecamatan Sukosewu Kabupaten Bojonegoro. Dia mengendarai sepeda motor Honda Supra Nopol W-2301-L. Kontra dengan pndara Sepeda motor Yamaha Vixion S-3108-B yang dikendarai Ahmad Nur Alif (15) warga Sidobanding Kecamatan Balen Kabupaten Bojonegoro. Kontra lagi dengan pengendara sepeda motor Honda Supra X Nopol S-2055-HB yakni Mohamad Ranandika (15) warga Desa Sidobandung Kecamatan Balen Kab Bojonegoro.

“Ketiga korban mengalami luka ringan dan sudah di bawa RSUD Bojonegoro,” terang kapolsek Balen AKP Rasito.

Berdasarkan keterangan saksi Makiran (58) warga Desa Sidobandung, kecelakaan ini bermula ketika sepeda motor Honda Supra Nopol W-2301-L yang dikendarai oleh Abdul Haris berjalan dari arah selatan ke utara. Sampai di pertigaan Desa Sidobandung berbelok ke kanan/timur tanpa memberikan isyarat lampu sein, pada saat yang bersamaan dari arah berlawanan utara keselatan berjalan sepeda motor Yamaha Vixion S-3108-B yang dikendarai oleh Ahmad Nur Alif.

“Karena jarak sudah dekat dan pengendara sepeda motor Honda Supra ceroboh saat berbelok akhirnya terjadi laka lantas, bersamaan itu pula searah dibelakang sepeda motor mucul sepeda motor honda dikendari Mohamad Ranandika dan terjadi benturan kedua,” kata Kapolsek Rasito.

Akibat dari laka beruntun tersebut, lanjut Kapolsek, ketiga pengendara sepeda motor mengalami luka luka dan dirawat di RSUD Bojonegoro. Selain itu kerugian materi yang ditimbulkan sebesar Rp 700 ribu.

Dengan adanya peristiwa ini, Kapolsek meyayangkan masih adanya orangtua yange mengijinkan anaknya yang masih di bawah umur mengendarai motor. Padahal menurut Kapolsek, secara psikologis, anak-anak itu belum stabil dalam mengelola emosinya. Sehingga bisa membahayakan dirinya sendiri dan orang lain. (ina/lis)

No comments:
Write comments